Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan

Hakikat Hidup Sukses: Tafsir QS. Ali Imran 185

Written By Harmony - Healthy on Kamis, 16 Januari 2014 | 19.37

Khutbah Pertama:
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه و سلم وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ. اللهم صَل عَلَى مُحَمدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلمْ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Marilah kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan iman dan taqwa itu, manusia akan meraih kesuksesan yang sebenarnya dalam kehidupan. Baik kehidupan di dunia sekarang ini, atau di akhirat nanti. Karena seluruh manusia yang hidup di dunia ini akan menuju kepada akhir yang sama, yaitu menuju kematian. Allah berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)

Ayat Allah yang mulia ini dengan tegas menyatakan bahwa tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian. Setiap orang, termasuk kita, akan merasakan kematian. Baik orang itu kaya atau miskin, berpangkat atau tidak; berani atau takut, semua akan mati. Bahkan, walaupun manusia lari dari kematian, dan berlindung di dalam benteng yang kokoh, ia tidak akan mampu menolak kematian. Allah berfirman,
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…” (QS. An-Nisa: 78)
Kemudian, apa yang sebenarnya akan terjadi setelah kematian? Apakah manusia setelah mati akan berubah menjadi tanah dan selesai segala urusan? Tidak! Akan tetapi sesungguhnya ada kehidupan setelah kematian. Ada pembalasan terhadap segala perbuatan. Dan seluruh manusia akan melihat hasil perbuatannya. Jika perbuatannya baik, hasilnya pun baik. Sebaliknya jika perbuatannya buruk, hasilnya pun buruk.
وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.” (QS. Ali Imran: 185)
Kita lihat kenyataan di dunia ini, keadilan tidak tegak dengan sebenarnya! Memang, di dunia ini sudah ada balasan, namun belum sempurna. Demikian juga di alam kubur, namun itu juga belum sempurna. Balasan yang sempurna adalah setelah pengadilan agung pada hari kiamat. Sudah siapkah kita menghadapinya? Siapkah kita mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita? Semoga kita selalu mendapatkan bimbingan Allha Ta’ala dalam meniti jala yang lurus, hingga akhir hayat kita.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah Kedua:
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ  إِلَّا اللهُ وَلِيُّ الصَالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتِمَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَهِيْمَ فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Jamaah Jumat yang berbahagia
Telah kami sampaikan berita dari Allah tentang kematian yang pasti datang, dan pembalasan pada hari kiamat yang siap menghadang. Lantas, siapakah yang meraih keberuntungan dan kesuksesan pada hari pembalasan nanti? Marilah kita perhatikan firman Allah berikutnya,
فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
“Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.” (QS. Ali Imran: 185)
Inilah keberuntungan hakiki, inilah kesuksesan abadi, inilah puncak harapan sejati, inilah yang pantas dijadikan cita-cita. Yaitu selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga. Dan ini tidak akan terjadi, kecuali jika seorang hamba mendapat rahmat Allah, rahmat ar-Rahman, rahmat ar-Rahim. Adapun sarana untuk meraih rahmat Allah, wasilah masuk surga, sebab selamat dari neraka, adalah iman dan amal shaleh. Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman,
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ´Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS. Al-Bayyinah: 7-8)
Namun jika seseorang tidak beriman, maka dia disebut seburuk-buruk makhluk dan kekal di dalam neraka. Allah berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: 6)
Walaupun jalan itu sudah jelas, kebenaran terang-benderang, ternyata banyak manusia tertipu dan terpedaya di dunia ini. Allah telah mengingatkan manusia pada akhir ayat
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُور
“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)
Jamaah Jumat yang berbahagia
Kita harus ingat bahwa kesenangan dunia ini hanyalah ujian. Apakah manusia lebih mementingkan dunia ataukah lebih mementingkan ridha Allah? Yaitu dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ketahuilah, dan hendaknya kita waspada! Orang yang ingin menempuh jalan kebenaran, dia memiliki musuh, yaitu setan yang berwujud jin atau manusia. Setan-setan tersebut menghiasi dunia ini, sehingga seorang menjadi lupa terhadap tujuan hidupnya, yaitu mengabdi dan menyembah kepada Allah Yang Esa. Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ
“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (QS. Luqman: 33)
Oleh karena itu, kita harus selalu waspada, karena memang dunia ini hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Gunakanlah hidup kita untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan Rasul-Nya.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ، وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَعَوَاتِ.
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. والحمد لله رب العالمين
Sumber: Majalah As-Sunnah edisi 09/X/1427 H/2006

Arti Gerakan Sholat

Written By Harmony - Healthy on Rabu, 04 Desember 2013 | 19.53


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Allahu Akbar..Allahu Akbar.. Allahu Akbar... 
Semangat Pagi wahai sahabat muslim dimanapun berada, kali ini saya ingin berbagi informasi mengingat saya memposting ini pas bulan Ramadhan, maka dari itu saya akan memposting yang menyinggung tentang rohani. Yaitu tentang Arti Gerakan Sholat.
Mari kita kupas bersama-sama:
Makna Dan Arti Gerakan Sholat. “Inna sholaata tanha’anil fasha i wal munkar” (Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar).

Sholat merupakan suatu aktivitas jiwa yang termasuk dalam kajian ilmu psikologi transpersonal, karena sholat adalah proses perjalanan spiritual yang penuh makna yang dilakukan seseorang manusia untuk menemui Tuhan Semesta Alam.
Sholat dapat menjernihkan jiwa dan mengangkat pesholat untuk mencapai  taraf kesadaran yang lebih tinggi dan pengalaman puncak.lanjut

Islam menempatkan zat yang Maha Mutlak sebagai puncak tujuan rohani, sandaran istirahatnya jiwa, sumber hidup, sumber kekuatan dan mencari inspirasi, dengan mengarahkan jiwa kepada Allah rohani akan mengalami pencerahan karena ia berada pada ketinggian yang tak terbatas.

Kata Rasulullah SAW: “Sholat itu merupakan mikrajnya orang-orang mukmin?” Adakah kaitannya dengan Rasululah SAW? Perintah sholat adalah hasil perjalanan beliau ketika berjumpa dengan Allah di Sidratul Muntaha.

Firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Innani anallaahu ilaa ha illa ana fa’budnii wa aqimissholaata lidzikri”

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku (QS.Thaha:14).

Kita merasa betapa sholat menjadi beban sejak kecil, kita selalu ketakutan jika tidak sholat akan dimasukkan ke neraka, sehingga setiap kali ada suara adzan perasaan takut dan ngeri sering menyelusup ke dalam hati. Tanpa disadari, secara psikologis pikiran kita terganggu dengan doktrin tersebut. Selama ini kita sholat hanya menggunakan tata aturan otak kiri (menghapal, berhitung, mengingat) yang kenyataannya adalah menghasilkan ketidaknyamanan dan rasa jenuh.

Perasaan terpisah karena  harus memenuhi logika hukum, sementara aktivitas otak kanan dibiarkan liar oleh karena berprinsip yang penting sudah memenuhi syarat sahnya sholat. Akibatnya karena menggunakan otak kiri kita akan merasa capek karena terdoktrin harus berkonsentrasi dan karena otak kiri lelah, otak kanan bekerja liar kesana-kemari dan mengingat apa-apa yang telah kita lakukan. Kita tidak pernah disadarkan bahwa sholat untuk kebaikan kita dan bisa dirasakan langsung oleh pikiran dan perasaan hati bahwa sholat akan membuat perasaan kita damai dan tenang. 

Allah tidak butuh sholat kita, tapi kita butuh Allah yang telah menciptakan manusia. Kita sholat merupakan tanda syukur kepada Allah Semesta Alam. Ini adalah sinergi yang diharapkan dapat menampilkan kualitas sholat kita secara optimal. Perasaan khusyuk tidak mungkin bisa didapatkan jika kita tidak memiliki kesadaran dan kepercayaan bahwa sebenarnya disaat kita sholat, kita sedang berhadapan dengan Allah. Begitu indahnya manfaat sholat, dalam tiap gerakan sholat pun memiliki arti yang indah, Bagaimana Arti gerakan Sholat???

1. Takbiratul Ihram (Awal dan Akhir)
Takbiratul Ihram berasal dari dua kata : Takbir (ucapan Allahu Akbar) dan Ihram (pengharaman), ketika dua kalimat ini digabung maka bermakna : Ucapan takbir yang memulai pengharaman dari melakukan hal-hal yg dilarang dalam shalat. Seperti makan, minum, berbicara kepada selain Allah SWT dan Rasul SAW dan hal-hal yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai mubthilat (yg membatalkan) shalat.
Pengawalan segala sesuatu, sebagaimana hidup dimulai kelahiran, sesuatu yg ada pasti ada awalnya. Dengan keimanan kita yakin bahwa semuanya berawal dari Allah. Maka dengan takbir kita mengembalikan kepada segala aktivitas kita adalah karena Allah. Takbiratul Ihram sebagaistarting point sholat, simbol starting perjalan hidup. Bermakna penyerahan totalitas pada yang Maha Awal bahwa karenaNya kita ada dan karenaNYa kita melakukan perjalanan hidup.

2. Berdiri (Gerak Perjalanan) Bersedekap
Sedekap ini bukan merupakan rukun shalat, bila tak dikerjakan tak membatalkan shalat, yang merupakan rukun adalah berdiri dalam shalat wajib bagi yang mampu dan membaca Al-fatihah.

Berdiri lambang siap berjalan menjelajahi kehidupan, karena jika duduk dan berdiam kita tidak mungkin bisa berjalan. Tegak artinya kehidupan harus ditegakkan (ditumbuhkan) pada ruang waktu, iman harus ditegakkan, akhlak harus ditegakkan, amalan pribadi dan amalan sosial juga harus ditegakkan. Sebagai mana sabda rosulullah : “Sholat adalah tiang agama (agama didirikan/ ditegakkan oleh sholat)”.
Dalam tegak berdiri, posisi kepala tunduk, artinya dalam perjalanan hidup akan tunduk dan patuh pada segala hukum dan kehendak Allah. Kedua tangan mendekap  ulu hati, simbol bahwa hati harus selalu dijaga kebersihannya dalam perjalanan hidup.

3. Rukuk (Penghormatan)
Ruku secara bahasa adalah menunduk. Secara Syar’an adalah menundukkan badan hingga kedua telapak tangan meraih/bersandar pada kedua lututnya, dan bahwa Rukunya Rasulullah SAW itu tepat dalam posisi 90 derajat, hingga andai ditaruh sebuah gelas dipunggungnya niscaya tak tumpah, menunjukkan lurusnya posisi punggung beliau dalam 90 derajat

Mengenal Allah melalui hasil ciptaanNya . Dalam perjalanan hidup, pada ruang ciptaan Allah kita menemukan, menyaksikan dan merasakan bermacam- macam hal : tanah, air, gunung, laut, hewan, sistem kehidupan, rantai makanan, rasa senang, rasa sedih, rasa marah, kelahiran, kematian, pertengkaran, percintaan, ilmu alam, pikiran, manusia sekitar kita, Nabi, Rosul, dll. Ini merupakan bukti bahwa Allah itu Ada sebagai Pencipta dari semua itu. Dan kita tahu apabila tanpa petunjuk para utusan Allah (Nabi dan Rosul) kita tidak akan tahu jika itu semua ciptaan Allah dan dengan para UtusanNya, kita tahu tujuan hidup serta cara mengisi kehidupan ini agar selamat.

4. Itidal (Puja- puji pada Allah)
Secara bahasa adalah tegak lurus. Secara syar?an adalah tegak berdiri kembali ke posisi semula sebelum ruku'nya.

Kemudian kita berdiri lagi untuk mengisi perjalanan hidup dengan penuh puja dan puji pada Allah serta penuh syukur setiap saat sehingga tercipta kepatuhan dan ketaatan. Dengan mengetahui hasil ciptaan Allah, maka akan tumbuh kekaguman dan kecintaan pada Allah sehingga tumbuh rasa cinta dan iklas atau dengan senang hati akan menjalani menjalani hidup ini sesuai Kehendak Allah

5. Sujud (penyatuan diri dengan Kehendak Allah)
Secara bahasa adalah merendahkan diri serendah rendahnya. Secara syar’an adalah meletakkan 7 anggota sujudnya pada bumi tempat ia melakukan shalat, yaitu kedua telapak tangan, kedua lutut, kedua kaki, dan dahinya, dengan mengangkat belakang tubuhnya lebih tinggi dari posisi dahinya, melambangkan kerendahan yg serendah rendahnya atas dahi.

Jika berdiri di analogikan dengan perjalan jasadi, maka Sujud dengan kaki dilipat, atau setengah berdiri adalah simbol dari perjalanan hati (rohani). Dangan sujud hati dan fikiran kita direndahkan serendahnya sebagai tanda ketundukan total pada atas segala kuasa dan kehendak Allah. Menyatu kan kehendak Allah dengan Kehendak kita.
Sujud pertama merupakan penyatuan Kehendak Allah dengan Kehendak ruhani/ hati/ jiwa kita. Diselangi permohonan pada duduk antara 2 sujud dengan doa : “Rabbighfirli (ampuni aku), warhamni (sayangi aku), Wajburni (cukupkanlah kekuranganku), warfa’ni (tinggikanlah derajadku), warzuqni (berilah aku rezeki), wahdini (tunjukilah aku), wa’fani (sehatkan aku), wa’fu’anni (maafkan aku).
Sujud kedua merupakan pernyataan pengagungan Allah secara lebih personal antara makhluk dengan Sang Pencipta, pernyataan ingin kembali pada Sang Pencipta akhir dari perjalanan. Dan pada waktu itu juga, kita dianjurkan untuk memanjatkan doa dalam sujud kita yang panjang

6. Duduk diantara 2 Sujud (Permohonan)
Duduk antara dua sujud secara bahasa adalah duduk sebagaimana yg kita  fahami, dan secara syar?an pun demikian, duduk dalam posisi apapun yg disebut duduk tetap sah shalatnya, misalnya bersila, tetap sah shalatnya, dan sunnah adalah duduk dengan Iftirash dengan menegakkan telapak kaki kanan dan menghamparkan kaki kiri sebagaimana kita lihat orng yg melakukan duduk dalam shalat.

Pengungkapan berbagai permohonan pada Allah untuk memberikan segala kebutuhan yang diperlukan dalam bekal perjalanan menuju pertemuan denganNya, butuh sumber dukungan hidup jasmani dan ruhani, serta pemeliharaan dan perlindungan jasmani ruhani agar tetap pada jalan Allah.

7. Attahiyat : Pernyataan Ikrar
Tahiyyah secara bahasa adalah kemuliaan, secara syar?an adalah Salam kepada Allah, sebagaimana para sahabat mengucapkan salam pada Rasul saw, salam pd sesama muslim, merekapun mengucapkan salam kepada Allah, maka Rasul saw bersabda : ?Jangan ucapkan salam pd Allah, karena Allah adalah Assalaam, tapi ucapkanlah Attahiyyatulillah;(SyarhBaijuri Bab Shalat)
Tasyahhud, secara bahasa adalah mengucapkan syahadat, secara syar;an  adalah terbagi dua, Tasyahhud awal dan Tasyahhud Akhir, tasyahhud awal adalah duduk setelah sujud kedua pada rakaat kedua, lalu membaca doa tasyahhud awal sebagaimana dijalankan oleh muslimin dan yg itu semua telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, demikian pula Tsyahhud Akhir, yaitu ucapan yg merupakan percakapan antara Allah SWT dan Rasulullah SAW di malam Mi’raj beliau, sebagaimana Rasul saw menceritakannya : aku bersujud dan berucap : Attahiyyatulmuba?dst.? Lalu Allah menjawab Assalaamu alaikua Ayyuhannabiyy.., lalu aku menjawab : Assalaamu alaina.., maka percakapan ini dijadikan kewajiban untuk selalu diucapkan oleh setiap umatnya, karena saat itulah diwajibkannya shalat, maka shalat menyimpan rahasia kemuliaan Mi;raj beliau saw kepada Allah swt.
Menunjukkan jari ketika sedang tahiyat
Merupakan Ittiba: lirrasul SAW (berpanutan pada perbuatan Rasulullah SAW).

Tahap pemantapan, karena perjalanan hidup itu naik turun dan fitrah manusia tidak lepas dari sifat lupa, maka perlu pemantapan yang di refresh dan diulang untuk semakin kokoh, yaitu dengan Ikrar Syahadat, dengan simbol pengokohan ikrar melalui telunjuk kanan. Sebelum Ikrar, memberikan penghormatan untuk para Utusan Allah dan ruh hamba- hamba sholeh (Auliya) yang melalui merekalah kita mengenal Allah dan melalui ajaranya kita dibimbing ke jalanNya, serta menjadikan mereka menjadi saksi atas Ikrar kita.
Sholawat menjadi pernyataan kebersediaan mengikuti apa yang diajarkan Rosululloh Muhammad SAW, dan menempatkannya sebagai pimpinan dalam perjalanan kita. Salam penghormatan kepada Bapak para Nabi (Ibrohim) yang menjadi bapak induk ajaran Tauhid. Kemudian diakhir dengan permohonan doa dan permohonan perlindungan dari kejahatan tipuan Setan dan Jin agar kita dapat tetap istiqomah dan berhasil mencapai Allah.

8. Salam  
Salam adalah ucapan dari rukun shalat yg terakhir dg niat selesai dari shalat, ucapan salam yang pertama merupakan rukun shalat, dan salam yang kedua adalah sunnah, mengenai kepada siapa ucapan tersebut memang banyak khilaf, namun bukan itu daripada tujuan utama mengucapkan salam, karena tujuan utama dari salam dan seluruh gerakan shalat adalah Ittiba; lirrasul SAW dengan landasan perintah Allah SWT dengan puluhan ayat pd Al-Qur’anulkarim yang memerintahkan kita taat kepada Rasulullah SAW, dan mengikuti perintah beliau.
Dalil mengenai gerakan shalat dapat anda rujuk ratusan hadits pada Shahih Bukhari, Muslim dan seluruh buku-buku Hadits Bab Shalat, bagaimana dijelaskan sujud beliau SAW, ruku beliau SAW, perintah beliau untuk meratakan shaf, mengeraskan suara pada bacaan Fatihah dan surat di shalat magrib, isya dan subuh, dan seluruh rukun shalat berlandaskan hadits shahih.

Salam adalah ucapan yang mengakui adanya manusia lain yang sama- sama melakukan perjalanan dalam hidup ini (aspek kemasyarakatan). Menunjukkan bahwa hidup ini tidak sendiri, sehingga hendaknya menyebarkan salam dan berkah kepada sesama untuk saling bahu membahu menegakkan kehidupan yang harmonis (selaras) dan tegaknya kedamaian, kesejahteraan dan keselamatan di bumi. Salam adalah penutup sekaligus awal dari mulainya praktek aplikasi sholat dalam bentuk aktivitas kehidupan di lapangan hingga ke sholat berikutnya. Nah salam itu simbol dari putaran yang dimulai dari kanan ke kiri dengan poros badan. Jika dihubungkan dengan Hukum Kaidah Tangan Kanan berarti arah energi ke atas, simbolisasi bahwa perjalanan digantungkan pada Allah SWT (di atas) sebagai penjamin keselamatan dalam perjalanan.
Apakah Anda tahu apa akibatnya jika kita melalaikan sholat??? Jika belum baca lagi yach!!!

Sayyid Ali bin Thawus meriwayatkan bahwa panutan seluruh wanita, Fathimah ra, putri panutan seuruh Nabi, bertanya kepada Ayahanda, Muhammad SAW, “Ayahanda, apa yang di dapat oleh orang baik laki-laki ataupun perempuan yang mengabaikan sholatnya?”, Rasulullah SAW pun menjawab, ”Fathimah putriku, Barang siapa baik laki-laki ataupun perempuan mengabaikan sholatnya maka Allah SWT akan mengujinya dengan 15 ujian, 6 diantaranya ditimpakan didunia, 3 ketika dia mati, 3 didalam kubur dan 3 lagi ditimpakan pada hari kiamat, tatkala diakeuar dari  kuburnya.

Enam ujian didunia dintaranya yaitu:
- Allah akan menghilangkan keberkahan dari umurnya,
- Allah akan menghilangkan keberkahan dari rezkinya,
- Allah akan menghapus tanda-tanda kesalehan dari wajahnya,
- Semua amal yang pernah ia kerjakan tidak akan diberi pahala,
- Do’a tidak akan diangkat ke langit,
- Dia tidak mendapat bagian apapun dari do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang shaleh.

Tiga ujian yang ditimpakan ketika dia mati adalah:
- Dia akan mati dalam keadaan hina,
- Dia akan mati dalam keadaan lapar,
- Dia akan mati dalam keadaan haus, meski air dari seluruh sungai dunia diberikan kepadanya, hausnya tidak akan reda.

Tiga ujian yang ditimpakan dikuburnya adalah:
- Allah akan menyerahkannya kepada malaikat yang akan menyusahkannya dalam kuburnya,
- Allah menyempitkan kuburnya,
- Allah menggelapkan kuburnya.

Adapun tiga ujian yang ditimpakan pada hari kiamat ketika dia keluar dari kuburnya:
- Allah menyerahkannya pada malaikat yang menyeret kepalanya disaksikan oleh seluruh makhluk,
- Allah menghisabnya dengan berat,
- Allah tidak akan melihatnya dan tidak akan meyucikannya dan dia akan mendapat siksa yang amat pedih.

Mustadrak Al-Wasa’il juz 3 hal 24, (Dikutip dari buku “Wasiat Nabi kepada Fatimah).


Wallahu alam…
Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Bara'ah Si Anak Super

Written By Harmony - Healthy on Rabu, 27 November 2013 | 18.44


Al Qur’an Membuatnya Seteguh Karang Menghadapi Ujian yang Bertubi-tubi Datang
Oleh; Ustadz Fuad Al Hazimi

VOA-ISLAM.COM - Berikut ini adalah kisah Bara’ah Abu Lail gadis kecil yang menderita kanker ganas stadium akhir dan menjadi yatim piatu hanya dalam lima hari.[1]

Bara’ah Abu Lail , hafal Al Qur’an di usia 10 tahun. Namun Allah lebih Menghendakinya bahagia di jannah-Nya. Anak kecil ini divonis terkena kanker ganas. Setelah ibunya lebih dulu meninggal dunia karena penyakit yang sama.

Saat ibunya mengetahui umur nya tidak lagi panjang, sang ibu berkata kepada anaknya yang tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya :

"Anakku.... aku sebentar lagi ibu akan mendahului kamu menuju jannah allah. dan ibu ingin engkau setiap hari membacakan al qur’an yang telah engkau hafalkan di telinga ibu. kelak al qur’an itulah yang akan menjagamu di dunia (sepeninggal ibu …)

Demikianlah setiap sore gadis kecil ini membacakan Al Qur’an di telinga ibu yang terbaring lemah di rumah sakit.

Suatu hari ayah Bara’ah mendapat berita sangat penting dari rumah sakit bahwa kondisi istrinya kritis. Maka tanpa pikir panjang ia bergegas mengajak Bara’ah menuju rumah sakit. Sesampai di rumah sakit, sang ayah tidak ingin anaknya ikut bersamanya melihat apa yang terJadi dengan ibunya. Ia khawatir gadis kecil itu shock jika mendengar kabar kondisi terburuk yang terjadi pada ibunya. Rupanya sang istri benar-benar sedang kritis.

Dalam kondisi sangat berduka ayah Bara’ah bergegas menuju mobilnya untuk memberitahukan kondisi ibunya, namun Allah berkehendak lain. Karena guncangan jiwa akibat musibah yang diterimanya, ia tidak fokus saat menyeberang jalan.

Qaddarullah, sebuah mobil menabraknya. Laki-laki itu pun meninggal seketika di hadapan putri tercintanya. Bara’ah menangis tersedu-sedu sambil memangku jasad ayahnya tercinta yang sudah tak bernyawa lagi.

Belum selesai musibah yang harus dihadapi gadis kecil ini, lima hari berselang dari wafatnya sanga ayah, ibunya tercinta pun menyusul dipanggil Allah menghadap-Nya. Tinggallah Bara’ah sebatang kara di negeri orang. Kedua orangtua Bara’ah adalah warga negara Mesir yang bekerja sebagai tenaga medis di Arab Saudi.

Tidak berselang lama, tanpa sebab tanpa gejala apapun sebelumnya, gadis kecil ini merasakan kesakitan yang luar biasa sebagaimana dialami oleh ibunya. Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata ia pun mengidap penyakit kanker stadium akhir seperti yang dialami oleh ibunya. Namun dengarlah apa yang diucapkan gadis kecil ini ketika ia tahu apa yang dialaminya :

“alhamdulillah …. sebentar lagi aku akan menyusul papa dan mama….!!!”

Seluruh yang mendengar ucapan gadis kecil itu terkejut bukan kepalang. Ujian dan musibah yang bertubi-tubi menimpa anak sekecil itu tetapi tidak sedikit pun membuatnya putus asa atau gundah gulana. Ia bahkan begitu sabar menghadapi beratnya cobaan hidup yang dihadapinya.

Subhaanallaah… Al-Qur’an membuatnya seteguh karang menghadapi ujian yang bertubi-tubi datang

Seorang dermawan Saudi Arabia lalu membiayainya untuk berobat ke Inggris. Dan berikut adalah suara terakhir dari Bara’ah sesaat sebelum Allah Memanggilnya menghadap-Nya di Jannah Nya, Insya Allah :

https://www.youtube.com/watch?v=eSrV4d6Pq1M. SaveFrom.net


Doa Tatkala Mendapatkan Musibah, Kesedihan hati dan Kegundahan Jiwa

Rasulullah shAllallAhu 'alaihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa yang sedang mendapatkan musibah, kesedihan hati dan kegundahan jiwa kemudian membaca do’a ini pastilah Allah akan menghilangkan semua kesedihan dan kesulitannya serta menggantikan dengan jalan keluar baginya”.

اللَّهُمَّ إِنَّا عَبِيْدُكَ بَنُوا عَبِيْدِكَ بَنُوا إِمَائِكَ نَوَاصِيْناَ بِيَدِكَ مَاضٍ فِيْناَ حكْمُكَ عَدْلٌ فِيْناَ قَضَاؤُكَ نَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِى كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوْبِناَ وَنُورَ صُدُوْرِناَ وَجَلاَءَ أَحْزَانِناَ وَذَهَابَ هُمُوْمِناَ

“Ya Allah sesungguhnya kami adalah hamba-Mu, anak dari hamba-hamba Mu, ubun-ubun kami ada di tangan-Mu. Segala takdir-Mu terhadap kami telah Engkau tetapkan, dan sungguh betapa adilnya ketetapan itu atas kami. Kami memohon kepada-Mu dengan semua Nama yang Engkau Miliki, yang telah Engkau Namakan untuk Diri-Mu, atau telah Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara makhluk-Mu, atau Engkau Turunkan dalam Kitab-Mu, atau Engkau simpan dalam Ilmu yang Ghaib di sisi-Mu. Jadikanlah Al Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya bagi dada kami, penghapus duka dan kesedihan kami, dan pelipur kegundahan jiwa kami”.[2]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

“Tidaklah seseorang mendapatkan kesusahan atau kesulitan lalu ia berdo’a (sebagaimana di atas) pastilah allah akan menghilangkan semua kesedihan dan kesulitannya serta menggantikan dengan jalan keluar baginya".

Lalu seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :

“Ya Rasulallah, bolehkah kami menghafalkannya ?”.

Beliau menjawab : “Aku anjurkan bagi yang mendengarnya agar menghafalkan (dan mengamalkannya)”.

(HR. Hakim dalam Al Mustadrak, beliau berkata: Hadits ini Shahih dengan persyaratan Imam Muslim). [Ahmed Widad]

6 paling versi Imam Ghazali

Written By Harmony - Healthy on Senin, 25 November 2013 | 23.42

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Segala Puji hanya milik Allah SWT. Tiada Dzat yang mampu menandinginya. Sholawat serta salam tetap tercurah pada junjungan Nabi Muhammad SAW, para keluarga, sahabat, serta kita semua selaku umatnya yang Insya Allah Tetap Istiqomah melaksanakan sunnah-sunnahnya.

Hari ini adalah hari yang menyenangkan. Hari dimana kita bisa bersantai sejenak dengan teman, sahabat, pacar dan juga keluarga. Semoga hari ini bisa menjadi penyegar bagi Anda setelah beberapa hari yang lalu menghabiskan waktu untuk rutinitas sehari hari.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai hal hal yang harus dimengerti manusia. Bukannya saya ingin menggurui para pembaca sekalian, namun disini saya ingin membagikan sedkit ilmu yang saya peroleh dari siaran radio di Jember. Dari siaran tersebut, saya mengetahui 6 paling yang harus dimengerti oleh manusia berdasarkan kisah Imam Ghazali pada waktu berdialog dengan santri santrinya.

6 paling versi Imam Ghazali adalah sebagai berikut :

1. Paling Dekat – Kematian

Banyak orang berpikir bahwa hal yang paling dekat dengan manusia adalah bumi (tanah). Tetapi sebenarnya yang paling dekat adalah kematian. Hal tersebut dikarenakan manusia bisa kapan saja mengalami kematian tanpa ada tanda tanda ataupun penyebab yang diketahui oleh manusia itu.

Jadi dalam hal ini manusia diharapkan selalu mengingat bahwa kematian selalu membuntuti manusia terus menerus. Sehingga diharapkan manusia selalu berperilaku baik dan giat beribadah dalam kesehariannya.

2. Paling Jauh – Masa Lalu

Apabila kita mengatakan bahwa hal yang jauh adalah, matahari, bintang ataupun pulau lain yang ada di galaksi berbeda, hal itu memanglah benar. Namun hal yang palng jauh menurut Imam Ghazali adalah masa lalu. Hal tersebut dikarenakan manusia tidak akan bisa menjangkau kembali masala lalu untuk memperbaiki kehidupannya di masa sekarang ataupun masa mendatang. Satu hari, satu menit, bahkan satu detik yang lalu pun tidak akan bisa kita capai dengan akal dan kemampuan kita.

Jadi dalam hal ini manusia diharapkan bisa memiliki pegangan hidup bahwa waktu adalah sesuatu yang berjalan maju dan tdak akan mundur lagi. Oleh karena itu manfaatkan waktu yang Anda miliki dengan sebaik baiknya untuk mendulang kesuksesan Anda di dunia dan di akhirat.

3. Paling Sulit – Menjaga Amanah

Kita seringkali menemukan pertanyaan dan cobaan yang sulit sekali diterka bagaimana jawaban dari itu semua. Namun menurut Imam Ghazali hal yang paling sulit adalah menjaga amanah. Hal tersebut dikarenakan manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan sifat khas yang tidak ada di makhluk yang lain, yaitu sifat “Lupa”.

Jadi dalam hal ini kita harus belajar memahami diri kita sendiri untuk menghargai amanah yang diberikan oleh orang lain dan juga oleh Allah SWT. Kita hidup di dunia dengan diberi amanah untuk beribadah dan menjaga lingkungan yang ada di dunia. Oleh karena itu, marilah bersama sama kita menjadi manusia yang memiliki sifat amanah dan belajar enghilangkan sifat kelupaan kita.

4. Paling Ringan – Meninggalkan Sholat

Bila dikataka debu, udara ataupun kapas itu ringan, hal itu memang benar adanya. Namun menurut versi Sufi Imam Ghazali, hal yang paling ringan adalah meninggalkan sholat. Saya tidak perlu menjelaskan panjang alebar, saya rasa bagi pembaca yang beragama Islam bisa memahami hal tersebut.

5. Paling Tajam – Lidah Manusia

Kalau berbicara tentang tajam, pasti pikiran kita akan menuju kepada alat yang digunakan untuk membelah atau memotong. Pisau, kapak, pedang adalah salah satu benda yang tajam. Namun yang paling tajam adalah lidah manusia. Hal tersebut dikarenakan lidah manusia itu bisa mengeluarkan kata kata yang bisa membunuh sesamanya. Baik itu dengan menghasut, memfitnah ataupun secara langsung menyuruh seseorang untuk menyakiti dan membunuh sesama manusia.

6. Paling Berat - Hawa Nafsu
Besi, baja, gedung, truk memang merupakan salah satu hal yang berat menurut manusia. Namun hal yang paling berat menurut versi Imam Ghazali adalah hawa nafsu manusia. Hawa nafsu inilah yang selalu memberi beban pada manusia sehingga manusia selalu mengalami kesulitan untuk menemukan jalan yang benar nmenurut hati dan nuraninya.

Semoga kutipan cerita di atas bisa menjadi pengingat bagi kita dalam kehidupan di dunia ini. Kehidupan ini adalah proses yang panjang dan pasti akan berliku liku. Karena itulah sebagai manusia kita harus bisa memotivasi diri kita agar bisa menentukan ke arah mana kita akan berjalan.

Semoga apa yang telah kita baca diatas memberi manfaat untuk kita semua. Fastabiqul Qairat...

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

10 Langkah Menjemput Rezeki

Written By Harmony - Healthy on Kamis, 21 November 2013 | 22.18



Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menjemput rezeki. Berikut 10 langkah menjemput Rezeki:

1. Taqwa
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).

2. Tawakal
Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3. Shalat
Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

4. Istighfar
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (QS Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

5. Silaturahmi
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

6. Sedekah
Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)

7. Berbuat Kebaikan
"Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS Alqashash:84)

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)

8. Berdagang
Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad)0

9. Bangun Pagi
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, "Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)

10. Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7) 

Sedekah Membuat Kaya

Written By Harmony - Healthy on Minggu, 10 November 2013 | 21.30

Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembangbiakkan oleh-Nya seperti gunung, maka bersedekahlah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sepasang suami-istri itu merasa galau, gundah-gulana. Kekayaan berlimpah yang mereka miliki ternyata tidak membuat mereka merasa bahagia. Hati mereka senantiasa gelisah.

Suami istri inipun mengambil keputusan yang tergolong nekat. Mereka memberikan hampir semua hartanya untuk mereka sedekahkan di jalan Allah. Hanya satu tujuan mereka, ingin hidup tenang dan tidak terbelenggu dengan nikmat duniawi. Mobil dan beberapa harta berharga lain mereka jual dan mereka sedekahkan. Mereka tidak takut akan kelaparan karena mereka yakin Allah SWT pasti akan memberikan jalan terbaik.

Alih-alih harta berkurang, apalagi menjadi miskin, setelah bersedekah, suami-istri itu malah bertambah kaya. Hartanya bertambah, berlipat-lipat! Kini mereka mempunyai dua perusahaan besar. Perusahaan yang dulu dijual untuk disedekahkan, seakan-akan digantikan dengan dua perusahaan yang jauh lebih besar!

Kisah nyata suami-istri yang menolak disebut namanya itu hanyalah satu dari sekian kisah nyata hikmah dan berkah sedekah. Sangat banyak kisah serupa, menunjukkan bagaimana sedekah mengunduh berkah bertambahnya rezeki, kemuliaan, dan ketenangan jiwa. Jika kita "Googling" dengan kata kunci "sedekah", maka, puluhan, ratusan, bahkan ribuan tulisan berisi testimoni atau pengalaman nyata keberkahan sedekah pun muncul. Intinya, sedekah benar-benar mendatangkan rezeki berlipat (kekayaan).

Kita kian yakin, Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya, karena dalam ragam ayat dan hadist, Dia memang menjanjikan "pahala berlipat" bagi siapapun yang mendukung bersedekah, memberikan sebagian hartanya di jalan Allah, membantu kaum dhuafa, fakir-miskin, dan mendukung syiar dakwah dan jihad fi sabilillah. 

Sedekah disebut-Nya sebagai "pinjaman yang baik" dan pembayarannya berlipat ganda (QS. Al-Hadid:18).

Tidak hanya itu, berbagai ayat dan hadist juga menunjukkan, sedekah tidak hanya mengundang rezeki lebih banyak dan berkah, Tetapi juga membuat seseorang terhindar dari marabahaya atau bencana, kematian yang buruk, menjadi syafaat di akhirat kelak, dan banyak lagi.

Sedekah (bahasa arab: shodaqoh, shidqah) yang artinya memberikan sesuatu yang menyenangkan kepada orang lain secara sukarela (ikhlas) tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Secara bahasa, shodaqoh berasal dari kata shidq yang berarti "benar".

Sumber: Majalah Giving Insightedisi 1|mei 2012|Jumadil Akhir-Rajab 1433 H

Contoh LPJ Ramadhan 1434 H

Written By Harmony - Healthy on Selasa, 08 Oktober 2013 | 23.23


A.    PENDAHULUAN
ÉOó¡Î0«!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta innayah-Nya kepada kita semua sehingga sampai saat ini kita masih diberikan kesempatan untuk bisa menikmati apa yang telah diciptakandan senantiasa berusaha menjalakan perintah-Nya. Shalawat dan salam senantiasa tercurah pada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya  termasuk kita semua yang Insya Allah tetap istiqomah menanti syafa’atnya sampai akhir zaman.Aamiin
Syukur Alhamdulillah Panitia Ramadhan 1434 H Masjid Al Musyaahadah Jogonalan Kidul telah dapat menyelesaikan  tugas beserta  Laporan Pertanggung-Jawaban Pelaksanaan Kegiatan Ramadhan Tahun 1434 H/2013 M  dengan lancar dan tertib tanpa ada halangan sedikitpun.
Laporan pertanggung jawaban ini adalah sebuah refeleksi dari apa yang telah dipercayakan kepada Tim Panitia dalam mengemban amanah untuk melaksanakan tugas menjadi Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul.
Pada kesempatan yang berbahagia ini pula Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul, mengucapkan terima kasih atas bantuan baik berupa materiil  maupun moril kepada :
1.      Ketua Takmir Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul
2.      Pengurus Takmir Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul
3.      Remaja Islam Jogonalan Kidul (RIJKI)
4.      Seluruh Umat Islam / Jamaah Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul
Dalamkepengurusan Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H, tentunya kami masih banyak melakukan dan memiliki Kekurangan dan Kesalahan. Kami berharap semoga kekurangan dan kesalahantersebut bisa diperbaiki dan dapat menjadi pembelajaran yang berarti dalam memajukan dan  mengembangkan Panitia Gerakan Bulan Ramadhan  Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul dimasa mendatang. Aamiin.
Selanjutnya, untuk mengetahui Laporan Pertanggung-Jawaban Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H Masjid Al-Musyaahadah lebih lengkapnya, kami kelompokkan penulisan setiap sub Pembahasan antara lain:
  1. Pendahuluan
  2. Susunan Kepanitiaan PGBR 1434 H
  3. Tujuan  dan Sasaran Kegiatan
  4. Jadwal kegiatan /Program Kerja Ramadhan 1434 H
  5. Laporan biaya Operasional PGBR 1434 H
  6. Evaluasi PGBR 1434 H dan Rencana Kepanitian PGBR 1435 H.
  7. Penutup
  8. Lampiran-lampiran
Atas nama segenap Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H / 2013 M Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul, kami mengucapkan terima kasih, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Aamiin







Anjar Gigih Dewanto
Ketua
Yogyakarta,  7 September  2013

Panitia PGBR  1434 H




Astari Dewi Nur Setiowati
                                Sekretaris

Mengetahui,

Ketua I
Takmir Masjid
Al-Musyaahadah



Aris Arifudin
Ketua II
Takmir Masjid
Al-Musyaahadah



Muhammad Adab
Ketua III
Takmir Masjid
Al-Musyaahadah

  

Suhadi

                             

B.     SUSUNAN PANITIA PGBR 1434 H/ 2013 M

Penanggung Jawab   : Bapak Aris Arifudin
Ketua                          : Sdr. Anjar Gigih Dewanto
Wakil                          : Sdr. Tri Akhir Wibowo
Sekretaris                   : Sdri. Astrid
Bendaahara               : Bapak H. Sarwidi
Humas                        : Humas RIJKI
Seksi-seksi                  :
No.
Divisi / Seksi
Penanggung Jawab
Keterangan
1.
Perlengkapan
a.
Sdr. Satria Atamdja
Koordinator
b.
Bapak Purno Ismoyo




2.
Penghubung Guru
a.
Sdr. Angga RT.05
Koordinator
b.
Sdr. Aan RT.06

c.
Sdr. Drajad RT.02

d.
Sdr. Fauzan RT.06




3.
Tarbiyatul Athfal (TA)
a.
Sdr. Ivan RT.05
Koordinator
b.
Sdr. Rismanto

c.
Sdr. Andre RT.03

d.
Sdri. Ayu

e.
Sdri. Weni

f.
Sdri. Bella

g.
Sdri. Lala

h.
Sdri. Ferra




4.
Takjilan
a.
Ibu Hj. Sutatatik
Koordinator
b.
Ibu Hj. Murjimakir

c.
Ibu Hj. Triningsih

d.
Ibu Mei Aris

e.
Ibu Siswo Sumarto

f.
Ibu Suparmin

g.
Ibu Endang Lestari




5.
Zakat
a.
Bapak Suparmin
Koordinator
b.
Sdr. Baskoro




6.
Syawalan
a.
Bapak H. Sutarno
Koordinator
b.
Bapak Slamet Raharjo




7.
Pembantu Umum
a.
Bapak Ponijo
Koordinator
b.
Sdr. Niti Wanggono

c.
Sdr. Aditama

d.
Sdr. Asrofi

Dengan Job Description/Uraian Kerja  sebagai berikut :
Ø  Ketua
  • Bertugas mengkonsolidasi, membuat perencanaan serta mengontrol kerja dari seluruh tim/panitia
  • Bertanggung jawab atas semua kegiatan PGBR 1434 H
  • Memimpin, merencanakan dan memutuskan rapat /musyawarah
  • Mengevaluasi dan mengambil kebijakan untuk program kerja PGBR 1433 H
  • Bersama Panitia inti membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ)
Ø  Wakil Ketua
  • Merencanakan konsep segala kegiatan Ramadhan 1434 H baik reguler maupun insidentil
  • Mendampingi  ketua dalam semua kegiatan
  • Bersama Ketua turut serta mengawasi serta mengontrol jalannya program kerja PGBR 1434 H
  • Memimpin Rapat apabila Ketua berhalangan hadir.
Ø  Sekretaris
  • Membuat sekaligus mengelola surat-menyurat baik arsip, undangan, surat permohonan, proposal, dan lainnya yang berkaitan dengan Panitia Gerakan Bulan Ramadhan
  • Membuat notulen hasil setiap rapat
  • Membuat daftar hadir /presensi kehadiran rapat
  • Bersama Ketua dan tim Panitia membuat Laporan Pertanggung JawabaN 
Ø  Bendahara
  • Pemegang kas keuangan utama  Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H
  • Mengelola dan mengatur keluar masuk keuangan selama kegiatan bulan Ramadhan berlangsung
  • Mengkoordinir untuk mencatat hasil  Infak selama Ramadhan 1434 H
  • Memberikan laporan dalam bentuk tertulis tentang saldo awal, keluar-masuk, dan saldo akhir kas di Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H.
Ø  Sie Humas
·         Sebagai media informasi baik internal maupun eksternal
·         Mengedarkan surat, undangan dan menyebarkan informasi terkait

Ø  Sie penghubung Guru/Ustadz
  • Menghubungi dan mengkonfirmasi jadwal guru/Ustadz pengisi pengajian ba’da Subuh, Isya, dan Takjilan
  • Mencari cadangan guru/pemateri
  • Menjemput Guru/Ustadz bilamana diperlukan
Ø  Sie Perlengkapan
  • Mengadakan kerja bakti
  • Menyiapkan peralatan setiap ada kegiatan selama Ramadhan
  • Menyediakan konsumsi saat kerja bakti, rapat, dan kegiatan lainnya sesuai keputusan rapat
·         Sie Tarbiyatul Athfal (TA)
·         Menjadi pengurus/panitia  Tarbiyatul Athfal (RIJKI)
·         Menjadi MC/pembawa acara pengajian ba’da subuh dan isya
·         Menjadi petugas piket Takjilan dan Tarawih Anak-anak
·         Bertanggung jawab akan kegiatan Tarbiyatul Athfal untuk membimbing anak-anak dan Remaja Islam Jogonalan Kidul Selama Ramadhan
·         Menjadi panitia Takbiran Idul Fitri
·         Selalu menjaga kebersihan saat piket/tugas

Ø  Sie Takjilan
·         Mencari donatur Penakjil di Masjid Al Musyahadah pada saat Ramadhan
·         Mengadakan Semaan Al-Quran dan Iqro
·         Menyiapkan konsumsi untuk takbiran anak-anak maupun Jamaah saat takbiran di Masjid Al Musyahadah

Ø  Sie zakat
·         Mengelola hasil zakat yang diperoleh dari warga/jama’ah
·         Membuat jadwal petugas piket penjaga penerima Zakat
·         Mengkoordinir dalam pengaturan pembagian Zakat
·         Menyiapkan peralatan dan keperluan yang terkait dengan kegiatan Zakat
·         Bekerjasama dengan ketua RT setempat untuk mempermudah pendataan penerima zakat

Ø  Sie Pembantu Umum
·         Melaksanakan pendataan/Inventarisasi barang/alat yang dibutuhkan sebelum dan sesudah kegiatan Bulan Ramadhan 1434 H
·         Melakukan perawatan barang-barang inventaris
  • Melakukan pengawasan setiap ada peminjaman peralatan di Masjid
·         Mengecek segala kebutuhan panitia atau petugas piket selama Ramadhan

Ø  Sie Syawalan
·         Mengkoordinir penuh seluruh rangkaian acara syawalan ba’da Sholat Ied
·         Memberitahukan kepada seluruh Ketua RT untuk menjadi Panitia Syawalan di Masjid AL Musyahadah sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan
·         Memberikan Arahan teknis kepada panitia saat syawalan


  1. TUJUAN  DAN SASARAN KEGIATAN
TUJUAN KEGIATAN
1.      Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
2.      Sebagai sarana Dakwah Islam dan menambah pengetahuan tentang Islam.
3.      Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan) antar Jama’ah Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul dan sekitarnya.
4.      Menyemarakkan kegiatan Islami untuk selalu mengedepankan Fastabiqul Khairat

SASARAN / TARGET KEGIATAN
  1. Seluruh Jama’ah  Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul dan sekitarnya.
  2. Remaja Islam Jogonalan Kidul dan sekitarnya.
  3. Anak-anak Islam  Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul dan sekitarnya.
  1. JADWAL KEGIATAN /PROGRAM KERJA RAMADHAN 1434 H
NO.
TANGGAL
TEMPAT
ACARA
1
26 Mei 2013
Madrasah Ibtida'iyah
Pelatihan MC
2
29 Mei 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat I Pembentukan PGBR 1434 H
3
2 Juni 2013
Madrasah Ibtida'iyah
Pelatihan MC
4
04 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat I Pembentukan Panitia TA 1434 H
5
10 Juni 2013
Madrasah Ibtida'iyah
Pelatihan MC
6
16 Juni 2013
Bapak Muh. Adab
Pengajian Menyongsong Bulan Ramadhan Anak-anak
7
16 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat Pembentukan Materi Ta'jilan dan Jadwal piket
8
16 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Pelatihan Adzan
9
21 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat II TA dan PGBR RIJKI
10
23 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Pelatihan Adzan
11
27 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat II PGBR 1434 H
12
30 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Kerja Bakti Persiapan Ramadhan
13
30 Juni 2013
Bapak Muh. Adab
Kerja Bakti Persiapan Ramadhan Untuk Anak-anak
14
5 Juli 2013
Masjid Al-Musyahadah
MDA Trainning (Management Dar El-Akhirat)
15
7 Juli 2013
Masjid Al-Musyahadah
Kerja Bakti Tempat Tarawih Anak-Anak
16
7 Juli 2013
Sekretariat Masjid Al-Musyahadah
Evaluasi Hasil Pelatihan MC dan Adzan
17
7 Agustus 2013
Masjid Al-Musyahadah
Takbiran
18
8 Agustus 2013
Masjid Al-Musyahadah
Syawalan
19
20 September 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat LPJ PGBR 1434 H

Adapun untuk laporan kegiatan PGBR 1434 H terdapat beberapa kategori kegiatan yaitu;
  1. Bapak/Ibu/Pemuda-Pemudi
·         Pengajian menjelang buka puasa (Takjilan) di Masjid Al-Musyahadah
·         Sholat Tarawih bersama dan Pengajian/Kultum Ba’da Sholat Isya’
·         Tadarus Al-Qur’an ba’da Sholat Tarawih di Masjid Al-Musyahadah
  1. Remaja (RIJKI) dan Anak-Anak (Tarbiyatul Athfal)
·         Pengajian menjelang buka puasa (Takjilan) di MIM Jogonalan Kidul
·         Sholat Tarawih bersama dan Pengajian/Kultum Ba’da Sholat Tarawih bertempat di rumah Bapak Muh. Adab RT.02
·         Tadarus Al-Qur’an/IQRO’ ba’da Tarawih di Masjid Al-Musyahadah
Kegiatan diatas merupakan garis besar yang telah dilaksanakan oleh Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H. Maka dari itu untuk lebih jelas akan seluruh kegitan yang telah dilaksanakan oleh PGBR 1434 H, kami melampirkan dokumentasi berupa foto-foto kegiatan khususnya dari divisi Tarbiyatul Athfal (TA) yang terlampir pada Laporan Pertanggung-Jawaban (LPJ) PGBR 1434 H ini.

E.      LAPORAN BIAYA OPERASIONAL PGBR 1434 H

1.         Pemasukan:
NO
URAIAN
 NOMINAL
1
Saldo 1433 H
 Rp   7,940,935.00
2
Jasa Ued
 Rp      864,550.00
3
Pengajian Istiqomah Rt 05
 Rp      300,000.00
4
Infak
 Rp   7,135,200.00

Total
 Rp 16,240,685.00
2.         Pengeluaran
NO
URAIAN
 NOMINAL
1
Administrasi
 Rp       497,200.00
2
Perlengkapan (Satria)
 Rp    2,200,000.00
3
Ta (Tarbiyatul Athfal)
 Rp    2,000,000.00
4
Kanopi
 Rp    1,000,000.00
5
Seragam Kaos Pgbr 1434 H
 Rp    1,200,000.00
6
Subsidi Takbiran
 Rp       204,000.00

Total
 Rp    7,101,200.00
Saldo (Total Pemasukan-Total Pengeluaran)
 Rp    9,139,485.00

Rincian penggunaan biaya/dana PGBR 1434 H adalah sebagai berikut:
NO.
TANGGAL
DIVISI/SIE
URAIAN

NOMINAL




Rp.


























  1. EVALUASI PGBR 1434 H
Dalam Panitia Gerakan Bulan Ramadhan Masjid Al-Musyaahadah tahun ini, telah disepakati bersama untuk mengaplikasikan/mempraktekan secara langsung tentang acara kepemimpinan (Leadership) yang dimana pada kesempatan kali ini secara bersamaan dari Organisasi RIJKI dalam fase pembaharuan kepengurusan. Oleh karena itu kegiatan kepemimpinan (Leadership) cukup berguna sebagai media/ajang membentuk generasi/karakter Remaja Islam Jogonalan Kidul bisa menjadi pemimpin/koordinator yang bertanggung jawab akan amanah mulia khususnya di Kepengurusan Organisasi Keagamaan (Rohis) RIJKI Masjid Al-Musyaahadah di Jogonalan Kidul. Hal tersebut juga dapat mempermudah untuk bahan evaluasi pada Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434H agar kepanitiaan dimasa yang akan datang bisa lebih baik.
1.   Panitia Inti
·         Panitia inti belum maksimal melaksanakan tugas sesuai peran/jabatannya.
·         Panitia inti masih sering merangkap tugas saat pelaksanaan di lapangan.
·         Tidak adanya buku presensi tugas tiap divisi khususnya dalam kepanitiaan inti, sehingga tidak bisa melaporkan secara rinci tugas dan peran dari yang bersangkutan.

2.   Bidang Per seksi
Ø  Sie Perlengkapan :
·         Belum maksimal dalam membuat administrasi pembukuan, sehingga khusunya laporan keuangan masih belum rapi.
Ø  Sie Penghubung Guru:
·         Kurang menjalin komunikasi, sehingga petugas yang bersangkutan justru saling tumpang tindih saat mengkonfirmasi Ustadz/Guru
Ø  Sie Tarbiyatul Athfal (TA):
·         Petugas/Panitia TA khusunya yang putra belum mengenakan peci, sehingga kurang terlihat Islami.
·         Petugas piket takjilan masih kurang bertanggung jawab dengan tugasnya.
·         Kerjasama masing-masing petugas piket  kurang kompak.
·         Minimnya imam & guru/penceramah kultum  sholat tarawih.
·         Belum memiliki keberanian untuk mengundang ustadz/guru dari luar RIJKI.

Ø  Sie Zakat Fitrah dan Maal:
·         Petugas Piket Zakat Fitrah belum bisa hadir tepat waktu.

Ø  Sie Pembantu Umum (Rumah Tangga):
·         Masih ada beberapa alat inventaris di Masjid Al-Musyaahadah yang kurang saat pelaksanaan Ramadhan 1434 H

  1. PENUTUP
·            Kesimpulan
Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT, kami Panitia Ramadhan Masjid Al-Musyaahadah dapat melaksanakan program kerja Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul. Hambatan pasti ada, namun dengan adanya berbagai hambatan yang dihadapai akan memberikan pengalaman dan pengetahuan yang menjadi pelajaran yang bermanfaat di Kepanitiaan masa mendatang.   
·               Saran
Tanggung jawab, disipilin waktu dan saling mempererat ukhuwah dari setiap panitia akan lebih memperlancar dan mempermudah kerja. Persiapan yang matang dan koordinasi yang baik akan membuat kegiatan dilaksanakan dengan maksimal dan meminimalkan kesalahan selama pelaksanaan kegiatan. Serta niat yang baik untuk mendapatkan ridho Allah SWT dan dengan hati yang ikhlas dari setiap panitia akan membuat kegiatan lebih bermanfaat dan mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Amin .


 
Support : Creating Website | Nasa Template | NASA
Copyright © 2011. Moreskin Care - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Moreskincare Template
Proudly powered by Blogger