Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Teori Pengelasan Welding Engineer

Written By Harmony - Healthy on Jumat, 22 November 2013 | 20.34

Pengertian Pengelasan
Pengelasan merupakan penyambungan dua bahan atau lebih yang didasarkan pada prinsip-prinsip proses difusi, sehingga terjadi penyatuan bagian bahan yang disambung. Kelebihan sambungan las adalah konstruksi ringan, dapat menahan kekuatan yang tinggi, mudah pelaksanaannya, serta cukup ekonomis. Namun kelemahan yang paling utama adalah terjadinya perubahan struktur mikro bahan yang dilas, sehingga terjadi perubahan sifat fisik maupun mekanis dari bahan yang dilas.

Perkembangan teknologi pengelasan logam memberikan kemudahan umat manusia dalam menjalankan kehidupannya. Saat ini kemajuan ilmu pengethuan di bidang elektronik melalui penelitian yang melihat karakteristik atom, mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap penemuan material baru dan sekaligus bagaimanakah menyambungnya.

Jauh sebelumnya, penyambungan logam dilakukan dengan memanasi dua buah logam dan menyatukannya secara bersama. Logam yang menyatu tersebut dikenal dengan istilah fusion. Las listrik merupakan salah satu yang menggunakan prinsip tersebut.Pada zaman sekarang pemanasan logam yang akan disambung berasal dari pembakaran gas atau arus listrik. Beberapa gas dapat digunakan, tetapi yang sangat popular adalah gas Acetylene yang lebih dikenal dengan gas Karbit. Selama pengelasan, gas Acetylene dicampur dengan gas Oksigen murni. Kombinasi campuran gas tersebut memproduksi panas yang paling tinggi diantara campuran gas lain.

Cara lain yang paling utama digunakan untuk memanasi logam yang dilas adalah arus listrik. Arus listrik dibangkitkan oleh generator dan dialirkan melalui kabel ke sebuah alat yang menjepit elektroda diujungnya, yaitu suatu logam batangan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik. Ketika arus listrik dialirkan, elektroda disentuhkan ke benda kerja dan kemudian ditarik ke belakang sedikit, arus listrik tetap mengalir melalui celah sempit antara ujung elektroda dengan benda kerja. Arus yang mengalir ini dinamakan busur (arc) yang dapat mencairkan logam.

Terkadang dua logam yang disambung dapat menyatu secara langsung, namun terkadang masih diperlukan bahan tambahan lain agar deposit logam lasan terbentuk dengan baik, bahan tersebut disebut bahan tambah (filler metal). Filler metal biasanya berbentuk batangan, sehingga biasa dinamakan welding rod (Elektroda las). Pada proses las, welding rod dibenamkan ke dalam cairan logam yang tertampung dalam suatu cekungan yang disebut welding pool dan secara bersama-sama membentuk deposit logam lasan, cara seperti ini dinamakan Las Listrik atau SMAW (Shielded metal Arch welding). Sebagian besar logam akan berkarat (korosi) ketika bersentuan dengan udara atau uap air, sebagai contoh adalah logam besi mempunyai karat, dan alumunium mempunyai lapisan putih di permukaannya. Pemanasan dapat mempercepat proses korosi tersebut. Jika karat, kotoran, atau material lain ikut tercampur ke dalam cairan logam lasan dapat menyebabkan kekroposan deposit logam lasan yang terbentuk sehingga menyebabkan cacat pada sambungan las.

Klasifikasi Proses Las

Sambungan las adalah ikatan dua buah logam atau lebih yang terjadi karena adanya proses difusi dari logam tersebut. Proses difusi dalam sambungan las dapat dilakukan dengan kondisi padat maupun cair. Dalam terminologi las, kondisi padat disebut Solid state welding (SSW) atau Presure welding dan kondisi cair disebut Liquid state welding (LSW) atau Fusion welding.

Proses SSW biasanya dilakukan dengan tekanan sehingga proses ini disebut juga Presure welding Presure welding. Proses SSW memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah dapat menyambung dua buah material atau lebih yang tidak sama, proses cepat, presisi, dan hampir tidak memiliki daerah terpengaruh panas (heat affected zone / HAZ). Namun demikian SSW juga mempunyai kelemahan yaitu persiapan sambungan dan prosesnya rumit, sehingga dibutuhkan ketelitihan sangat tinggi.

LSW merupakan proses las yang sangat populer di kalangan masyarakat kita, sambungan las terjadi karena adanya pencairan ujung kedua material yang disambung. Energi panas yang digunakan untuk mencairkan material berasal dari busur listrik, tahanan listrik, pembakaran gas, dan juga beberapa cara lain diantaranya adalah sinar laser, sinar electron, dan busur plasma. Penyambungan material dengan cara ini mempunyai persyaratan material harus sama, karena untuk mendapatkan sambungan yang sempurna suhu material harus sama, jika tidak proses penyambungan tidak akan terjadi. Kelebihan metode pengelasan ini adalah proses dan persiapan sambungan tidak rumit, beaya murah, pelaksanaannya mudah. Kelemahannya adalah memerlukan juru las yang terampil, terjadinya HAZ yang menyebabkan perubahan sifat bahan, dan ada potensi kecelakaan dan terganggunya kesehatan juru las.

Reaksi Kimia Selama Proses Las
Dalam proses LSW bagian dari logam yang dilas harus dipanasi sampai mencair. Pemanasan logam dengan temperature yang sangat tinggi ini dapat megakibatkan terjadinya reaksi kimia antara logam tersebut dengan Oksigen dan Nitrogen yang ada dalam udara. Jika selama proses las cairan logam las (welding pool) tidak dilindungi dari pengaruh udara, maka logam akan bereaksi dengan Oksigen dan Nitrogen membentuk Oxides dan Nitrides yang dapat menyebabkan logam tersebut menjadi getas dan keropos karena adanya kotoran (slag inclutions), sedangkan kandungan unsur Karbon dalam

logam akan membentuk gas CO yang dapat mengakibatkan adanya rongga dalam logam las (caviety).
Reaksi kimia lainnyapun bisa terjadi dalam cairan logam las (welding pool). Gas Hydrogen dan uap air juga dapat menyebabkan cacat las (welding defect). Hydrogen yang bereaksi dengan Oxides yang ada dalam logam dasar dapat menyebabkan terjadinya uap yang mengakibatkan terjadnya porositas pada logam lasan.

Melindungi Cairan Logam Las dari Pengaruh Udara Luar

Type energi panas yang digunakan untuk pencairan logam dan teknik pelindungan cairan logam las sangat berpengaruh terhadap perubahan komposisi kimawi dalam deposit logam lasan. Ketika nyala oksidasi dalam las Karbit (Oxy-acetylene welding/OAW) akan merubah besi menjadi Oxides sehingga deposit las keropos karena Oxides tersebut tercampur di dalamnya. Untuk mengelas baja karbon akan lebih baik bila digunakan nyala Netral. Pengelasan logam dengan OAW, cairan logam dilindungi dari udara luar oleh reduksi gas hasil pembakaran gas Acetylene.

Dalam teknik pengelasan SMAW, proses pelindungan logam lasan dilakukan dua tahap. Ketika logam las dalam kondisi cair dilindungi oleh bermacam-macam gas hasil pembakaran elektroda las dan ketika sedang membeku cairan ini dilindungi oleh lapisan terak yang terbentu dari fluks yang membeku.

Pelindungan deposit logam las dalam pengelasan Metal inert gas (MIG) dan Tungsten inert gas (TIG), terjadi karena sifat inert gas yang tidak dapat mengikat elemen lain dalam udara sehingga tidak akan terjadi reaksi kimia. Jika las MIG menggunakan gas pelindung CO2, akan terjadi proses deoksidasi CO2 ketika terbakar dengan busur listrik, gas ini terpecah menjadi Karbon monoksida (CO) dan Oksigen (O2). Oksigen yang lepas tidak bersentuhan dengan logam lasan, sedangkan deoxidisers bereaksi dengan Oksigen membentuk lapisan slag yang sangat tipis di atas permukaan deposit logam lasan.

Dalam las OAW deposit logam lasan dapat dilindungi dari oksidasi dan pengaruh reaksi kimia lainnya dengan menggunakan Flux. Flux merupakan gabungan berbagai elemen yang berfungsi meminimalkan terjadinya oksidasi. Komposisi kimia flux bervariasi tergantung jenis logam yang akan dilas. 

Perubahan Sifat Logam Setelah Proses Las
Pencairan logam saat pengelasan menyebabkan adanya perubahan fasa logam dari padat hingga mencair. Ketika logam cair mulai membeku akibat pendinginan cepat, maka akan terjadi perubahan struktur mikro dalam deposit logam las dan logam dasar yang terkena pengaruh panas (Heat affected zone/HAZ). Struktur mikro dalam logam lasan biasanya berbentuk columnar, sedangkan pada daerah HAZ terdapat perubahan yang sangat bervariasi. Sebagai contoh, pengelasan baja karbon tinggi sebelumnya berbentuk pearlite, maka seelah pengelasan struktur mikronya tidak hanya pearlite,

tetapi juga terdapat bainite dan martensite. Perubahan ini mengakibatkan perubahan pula sifat-sifat logam dari sebelumnya. Struktur mikro pearlite memiliki sifat liat dan tidak keras, sebaliknya martensite mempunyai sifat keras dang etas. Biasanya keretakan sambungan las bearsal dari struktur mikro ini.

mendeskripsikan distribusi temperatur pada logam dasar yang sangat bervariasi telah menyebabkan berbagai macam perlakuan panas terhadap daerah HAZ logam tersebut. Logam lasan mengalami pemanasan hingga temperatur 1500o C dan daerah HAZ bervariasi mulai 200° C hingga 1100° C (lihat Gambar 3). Temperatur 1500° C pada logam lasan menyebabkan pencairan dan ketika membeku membentk struktur mikro columnar. Temperatur 200° C hingga 1100° C menyebabkan perubahan struktur mikro pada logam dasar baik ukuran maupun bentuknya.

Distorsi Sambungan Las Akibat Panas
Setiap logam yang dipanaskan mengalami pemuaian dan ketika pendinginan akan mengalami penyusutan. Fenomena ini menyebabkan adanya ekspansi dan konstraksi pada logam yang dilas. Ekspansi dan konstraksi pada logam yang dilas ini menurut istilah metalurgi dinamakan distorsi.

Distorsi dikategorikan menjadi tiga macam, yaitu: 1) distorsi longitudinal, 2) distorsi transfersal, dan 3) distorsi angular. Distorsi longitudinal terjadi akibat adanya ekspansi dan konstraksi deposit logam las di sepanjang jalur las yang menyebabkan tarikan dan dorongan pada logam dasar yang dilas. Distorsi transfersal terjadi tegak lurus terhadap jalur las yang dapat mengakibatkan tarikan ke arah sumbu tegak jalur las
Distorsi angular menyebabkan efek gerakan sayap burung yang biasanya terjadi karena pengelasan di satu sisi logam dasar.

Ruang Lingkup Pekerjaan Las
Industri manufaktur tidak dapat terlepas dari penyambungan logam. Penyambungan logam dilakukan dengan berbagai tujuan, diantaranya adalah untuk membuat suatu barang yang tidak mungkin dilakukan dengan teknik lain, memudahkan pekerjaan, serta dapat menekan biaya produksi.

Proses penyambungan logam yang banyak digunakan dalam industri manufaktur adalah las. Pengelasan logam merupakan pilihan yang cukup tepat. Pengelasan tidak membutuhkan waktu lama, konstruksi ringan, kekuatan sambungan cukup baik, serta biaya relatif murah.

Penerapan sambungan las sangat luas. Sambungan las banyak digunakan pada konstruksi jembatan, gedung, industri otomotif, industri peralatan rumah tangga, bahkan industri barang dengan bahan plastikpun banyak menggunakan proses las tersebut,

Pengaruh Posisi Proses Las Terhadap Keterampilan Juru Las
Sebagaian besar pekerjaan las dilakukan dengan proses LSW (Liquid state welding) atau proses las dalam kondisi cair. Proses las yang dilakukan dengan kondisi cair ini, posisi saat pengelasan berlangsung sangat berpengaruh terhadap bentuk deposit logam las yang terbentuk. Tidak semua juru las mahir di semua posisi, posisi di bawah tangan (down hand) merupakan posisi yang paling mudah untuk dilakukan, namun ketika mengelas pipa logam dengan posisi miring akan sangat sulit dilakukan. Juru las yang dapat melakukan pengelasan ini adalah juru las kelas satu yang dilengkapi dengan sertifikat standar internasional.

Dalam dunia industri posisi las diberi kode tertentu agar pada saat pengelasan dilakukan tidak terjadi kekeliruan menentukan juru las dan prosedur pengelasan. Ada dua sistim pengkodean yang banyak dikenal, yaitu sistim yang ditetapkan oleh American Welding Society (AWS) dan sistim International Standard Organisation (ISO).

Berdasarkan kode yang ditetapkan oleh AWS, posisi las dikaitkan pada jenis teknik sambungan las, jika sambungan berkampuh (groove) maka kode posisinya dengan huruf G, untuk posisi down-hand 1G, horisontal 2G, vertikal 3G, over-head 4G, pipa dengan sumbu horisontal 5G, dan pipa miring 45° 6G. Jika sambungan las tidak berkampuh/tumpul (fillet) maka kodenya adalah F, untuk posisi down-hand 1F, horisontal 2F, vertikal 3F, dan over-head 4F.

Sistim kode posisi las yang ditetapkan ISO berbeda dengan AWS. Kode posisi las menurut ISO didasarkan pada posisi elektroda saat pengelasan dilakukan, untuk pengelasan plat diberi kode PA, PB, PC, PD, dan PE, sedangkan pengelasan pipa naik PF dan pipa turun PG,

Klasifikasi Bentuk Sambungan Las
Ada beberapa bentuk dasar sambungan las yang biasa dilakukan dalam penyambungan logam, bentuk tersebut adalah butt joint, fillet joint, lap joint edge joint, dan out-side corner joint.

Beberapa Variabel yang Berkaitan dengan Pekerjaan Las.

Penyambungan logam dengan proses pengelasan tidak dapat dilakukan sembarangan, banyak variabel yang harus diperhatikan agar kualitas sambungan sesuai standar yang dipersyaratkan oleh suatu lembaga internasional yang berkaitan dengan pekerjaan las. Variabel tersebut adalah bahan, proses, metode, keselamatan dan kesehatan kerja, peralatan, sumber daya manusia, lingkungan, serta pemeriksaan kualitas sambungan las.

Dalam proses pengelasan logam, bahan yang akan disambung harus diidentifikasi dengan baik. Dengan dikenalinya bahan yang akan dilas, dapat ditentukan prosedur pengelasan yang benar, pemilihan juru las yang sesuai, serta pemilihan mesin dan alat yang tepat

Metode pengelasan logam yang meliputi prosedur pengelasan, prosedur perlakuan panas, desain sambungan, serta teknik pengelasan disesuaikan dengan jenis bahan, peralatan, serta posisi pengelasan saat sambungan las dibuat.

Aspek efektifitas, efisiensi proses, dan pertimbangan ekonomis berkaitan erat dengan pemilihan peralatan las. Pengelasan logam stainless steel akan berkualitas bagus jika menggunakan las TIG, namun akan lebih murah bila ddilas dengan las listrik, sehingga pemilihan mesin dan peralatan las sebaiknya disesuaikan dengan tujuan pengelasan serta biaya operasionalnya.

Dalam pelaksanaan pekerjaan las dibutuhkan Sumber daya manusia yang memenuhi kualifikasi sesuai standar yang ada. Kualifikasi harus mengikuti standar-standar internasional seperti International Institut of Welding (IIW), American Welding Society (AWS), dan masih banyak lembaga-lembaga international di bidang pengelasan logam yang lain. Berdasarkan standar International Institut of Welding (IIW), profesi las terdiri dari Welding Engineer (WE), Welding Technologist (WT), Welding Practitioneer (WP), serta Welder (W).

Profesi Welding Engineer mempunyai tugas untuk menentukan prosedur pengelasan dan prosedur pengujian. Seorang Welding Technologist bertugas untuk menterjemahkan prosedur-prosedur tersebut kepada profesi las yang mempunyai level di bawahnya. Untuk melatih juru las (Welder) dibutuhkan seorang Welding Practititoneer dan yang melakukan pengelasan adalah Welder (juru las).
Lingkungan pada waktu pengelasan dilakukan merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas las. Pengelasan yang dilaksanakan pada kondisi lingkungan sangat ekstrim, diperlukan prosedur khusus agar kualitas sambungan terjamin dengan baik. Pengelasan kapal yang terpaksa dilakukan di dalam air memerlukan mesin las yang dilengkapi dengan satu unit peralatan yang dapat melindungi elektroda dari sentuhan air. Disamping itu juga dibutuhkan Welder yang sesuai dengan pekerjaan tersebut, pengelasan dalam air cukup sulit dilakukan karena adanya tekanan gas pelindung terhadap dinding kapal.

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga perlu dipertimbangkan dalam melaksanakan pengelasan. Seorang juru las tidak dapat bekerja dengan baik jika dia tidak menggunakan pakaian dan peralatan keamanan kerja yang pada gilirannya sambungan

las yang dihasilkan akan berkualitas tidak baik. Disamping itu jika peralatan K3 kurang memadahi apabila terjadi kecelakaan tidak dapat diantisipasi secara tepat dan cepat.
Sambungan las yang telah dibuat harus diperiksa agar dapat diketahui kualitasnya. Sambungan las harus dibongkar jika terjadi cacat-cacat yang melampaui batas yang dipersyaratkan. Pemeriksaan dilakukan oleh seorang Welding Inspector (WI). Pemeriksaan las menggunakan uji visual, sinar-X, Ultrasonic, serta masih banyak metode lainnya.

Daftar Pustaka

Dieter, G.E. (1983). Engineering design: A materials and processing approach. Tokyo: McGraw-Hill International Book Company.
Graham E. (1990). Maintenance Welding, Prentice-Hall Inc: New Jersey.
Smith, F.J.M. (1992). Basic fabrication and welding engineering, Hong Kong: Wing Tai Cheung Printing Co. Ltd.

Senam Hamil

Written By Harmony - Healthy on Senin, 11 November 2013 | 19.04

a.              Definisi Senam Hamil
Senam hamil merupakan sebuah program fisik yang sangat penting bagi calon ibu untuk mempersiapkan saat persalinannya. Senam hamil adalah gerakan senam yang dirancang khusus oleh para ahli medis dan kebugaran untuk menguatkan otot-otot kewanitaan guna mempermudah proses persalinan nantinya (Indiarti, 2008).
Syarat mengikuti senam hamil :
1)      Ibu hamil cukup sehat berdasarkan pemeriksaan dokter atau bidan
2)      Kehamilan tidak mempunyai komplikasi (keguguran berulang, kehamilan dengan perdarahan, kehamilan dengan bekas operasi)
3)      Dilakukan setelah kehamilan 20-22 minggu
4)      Dengan bimbingan petugas dan di rumah sakit (Manuaba, 1999).

b.             Tujuan Senam Hamil
Menurut Indiarti (2008), secara umum senam hamil memiliki lima tujuan penting, antara lain :
1)      Senam hamil dilakukan supaya ibu hamil menguasai teknik pernapasan dengan baik.
2)      Ibu mengandung yang rajin mengikuti senam hamil otot-otot dinding perutnya akan semakin kuat. Sehingga elastisitas otot-otot dinding perut juga dapat dipertahankan.
3)      Diharapkan ibu hamil akan terlatih untuk melakukan relaksasi sempurna. Relaksasi ini diperlukan untuk mengatasi ketegangan atau rasa sakit karena proses kehamilan.
4)      Ibu mengandung yang rajin mengikuti senam hamil diharapkan akan menjadi terlatih ketika melakukan sikap tubuh yang baik dan benar selama menjalani kehamilan.
5)      Ibu hamil diharapkan dapat menjalani proses kelahirannya dengan lancar dan aman tanpa berbagai kesulitan yang berarti. Sehingga ibu dan bayi tetap sehat setelah persalinan.
c.              Manfaat Senam Hamil
Menurut Barbara Holstein, dalam bukunya Shaping Up for A Healthy Pregnancy yang dikutip oleh Hanton (2001) menyebutkan manfaat senam hamil sebagai berikut :
1)      Memperbaiki sirkulasi
2)      Meningkatkan keseimbangan otot-otot
3)      Mengurangi bengkak-bengkak
4)      Mengurangi risiko gangguan gastrointestinal, termasuk sembelit
5)      Mengurangi kejang kaki
6)      Menguatkan otot perut    
7)      Mempercepat penyembuhan setelah kehamilan.
Menurut Di Fiori (2005), senam hamil juga akan mengurangi sejumlah keluhan fisik yang sering berhubungan dengan kehamilan. Manfaat fisik dari senam hamil meliputi :
1)      Berkurangnya sakit kepala
2)      Berkurangnya sesak napas
3)      Membaiknya pencernaan
4)      Membaiknya fungsi usus besar
5)      Meningkatnya rasa sehat
6)      Berkurangnya kecenderungan mendapatkan depresi
7)      Terjaganya atau meningkatnya kekuatan otot jantung
8)      Meningkatnya kekuatan dasar panggul
9)      Membaiknya sikap badan tubuh
10)  Membaiknya rasa pengendalian terhadap jaringan tubuh.
d.             Langkah-langkah Gerakan Senam Hamil
Latihan I
1)      Duduk rileks dan badan ditopang tangan di belakang.
2)      Kaki diluruskan dengan sedikit terbuka.
3)      Gerakan latihan :
a)      Gerakkan kaki kanan dan kiri kedepan dan belakang.
b)      Putar persendian kaki melingkar ke dalam dan keluar.
c)      Bila mungkin angkat bokong dengan bantuan kedua tangan dan ujung telapak kaki.
d)     Kembangkan dan kempiskan otot dinding perut.
e)      Kerutkan dan kendorkan otot dubur.
4)      Lakukan gerakan ini sedikitnya 8-10 kali setiap gerakan.
Latihan II
1)      Sikap duduk tegak dengan badan disangga oleh tangan di belakang badan.
2)      Kedua tungkai bawah lurus dalam posisi rapat.
3)      Tujuan latihan :
a)      Melatih otot dasar panggul agar dapat berfungsi optimal saat persalinan.
b)      Meningkatkan peredaran darah alat kelamin bagian dalam sehingga sirkulasi menuju plasenta (ari-ari) makin sempurna.
4)      Bentuk latihan :
a)      Tempatkan tungkai kanan di atas tungkai bawah kiri, silih berganti.
b)      Kembangkan dan kempeskan otot dinding perut bagian bawah.
c)      Kerutkan dan kendorkan otot liang dubur.
                              d)   Lakukan gerakan ini sedikitnya 8-10 kali

Latihan III
1)      Sikap duduk dengan disangga kedua tangan di belakang, tungkai bawah dirapatkan.
2)      Tidur telentang kedua kaki merapat.
3)      Tujuan latihan :
a)      Memperkuat otot dinding perut sehingga dapat berfungsi saat persalinan.
b)      Meningkatkan sirkulasi darah menuju alat kelamin bawah, sehingga darah menuju janin dapat ditingkatkan.
4)      Bentuk latihan :
a)      Pada sikap duduk, angkat tungkai bawah silih berganti ke atas dengan tinggi semaksimal mungkin.
b)      Pada sikap tidur, kedua tangan dapat di samping tetapi lebih baik di bawah kepala. Angkat tungkai bawah silih berganti kanan dan kiri.
c)      Lakukan latihan ini sedikitnya 8-10 kali.
Latihan IV
1)      Sikap duduk bersila dengan tegak, tangan di atas bahu sedangkan siku di samping badan (Gambar 1.3a).
2)      Tujuan latihan :
a)      Melatih otot perut bagian atas.
b)      Meningkatkan kemampuan sekat rongga badan untuk membantu persalinan.
3)      Bentuk latihan :
a)      Lengan diletakkan di depan badan (dada) (Gambar 1.3b).
b)      Putar ke atas dan ke samping, ke belakang dan selanjutnya kembali ke depan badan (dada) (Gambar 1.3c dan 1.3d).
c)      Lakukan latihan ini sedikitnya 8-10 kali.

Latihan V
1)      Sikap duduk bersila dengan tumit berdekatan satu sama lain.
2)      Badan tegak rileks dan paha lemas.
3)      Kedua tangan di persendian lutut.
4)      Tujuan latihan :
a)      Melatih otot punggung agar berfungsi baik.
b)      Meningkatkan peredaran darah ke alat kelamin bagian dalam.
c)      Melatih agar persendian tulang punggung jangan kaku.

5)      Bentuk latihan :
a)      Tekankan persendian lutut dengan badan sekitar 20 kali.
b)      Badan diturunkan ke depan semaksimal mungkin.
Latihan VI
1)      Sikap latihan tidur di atas tempat tidur datar.
2)      Tangan di samping badan.
3)      Tungkai bawah ditekuk pada persendian dengan sudut tungkai bawah bagian bawah sekitar 80-90 derajat.
4)      Tujuan latihan :
a)      Melatih persendian tulang punggung bagian atas.
b)      Melatih otot perut dan tulang belakang.
5)      Bentuk latihan :
a)      Angkat badan dengan topangan pada ujung telapak kedua kaki dan bahu.
b)      Pertahankan selama mungkin di atas dan selanjutnya turunkan perlahan-lahan.
Latihan VII
1)      Sikap tidur telentang di tempat tidur mendatar.
2)      Badan seluruhnya rileks.
3)      Tangan dan tungkai bawah lurus dengan rileks.
4)      Tujuan latihan :
a)      Melatih persendian tulang punggung dan pinggul.
b)      Meningkatkan peredaran darah menuju alat kelamin bagian dalam.
c)      Meningkatkan peredaran darah menuju janin melalui plasenta.
5)      Bentuk latihan :
a)      Badan dilemaskan pada tempat tidur.
b)      Tangan dan tungkai bawah membujur kurus.
c)      Pinggul diangkat ke kanan dan ke kiri sambil melatih otot liang dubur.
d)     Kembang dan kempeskan otot bagian bawah.
e)      Lakukan latihan ini sedikitnya 10-15 kali.
Latihan Pernapasan
1)      Sikap tubuh tidur telentang di tempat tidur yang datar.
2)      Kedua tangan di samping badan dan tungkai bawah ditekuk pada lutut dan santai.
3)      Satu tangan dilekatkan di atas perut.
4)      Tujuan latihan pernapasan :
a)      Meningkatkan penerimaan konsumsi oksigen ibu dan janin.
b)      Menghilangkan rasa takut dan tertekan.
c)      Mengurangi nyeri saat kontraksi.
5)      Bentuk latihan :
a)      Tarik napas perlahan dari hidung serta pertahankan dalam paru beberapa saat.
b)      Bersamaan dengan tarikan napas tersebut, tangan yang berada di atas perut ikut serta diangkat mencapai kepala.
c)      Keluarkan napas melalui mulut perlahan.
d)     Tangan yang diangkat ikut serta diturunkan.
e)      Lakukan gerakan latihan ini sekitar 8-10 kali dengan tangan silih berganti.
6)      Bentuk gerakan lain :
a)      Tangan yang berada di atas perut dibiarkan mengikuti gerak saat dilakukan tarikan dan saat mengeluarkannya.
b)      Tangan tersebut seolah-olah memberikan pemberat pada perut untuk memperkuat diafragma (sekat rongga badan).
Latihan Relaksasi
Latihan relaksasi ini dapat dilakukan bersamaan dengan latihan otot tulang belakang, otot dinding perut dan otot liang dubur atau sama sekali relaksasi total.
Latihan Relaksasi Kombinasi
1)      Sikap tubuh seperti merangkak (Gambar 1.6a).
2)      Bersikap tenang dan rileks.
3)      Badan disangga pada persendian bahu dan tulang paha.
4)      Tujuan latihan kombinasi :
a)      Melatih melemaskan persendian pinggul dan persendian tulang paha.
b)      Melatih otot tulang belakang, otot dinding perut, dan otot liang dubur.
5)      Bentuk latihan :
a)      Badan disangga persendian bahu dan tulang paha.
b)      Lengkungkan dan kendorkan tulang belakang (Gambar 1.6 b).
c)      Kembangkan dan kempiskan otot dinding perut (Gambar 1.6c).
d)     Lakukan latihan ini 8-10 kali.
1)      Bentuk latihan yang lain :
a)      Tidur miring dengan kaki membujur (Gambar 1.7a)
b)      Telentang dengan disangga bantal pada bagian bawah lutut (Gambar 1.7b).
c)      Tidur telentang dengan kaki ditekuk (Gambar 1.7c),         Tidur miring dengan kaki ditekuk (gambar 1.7d).
Latihan Relaksasi dengan Posisi Duduk Telungkup
1)      Sikap tubuh duduk menghadap sandaran kursi.
2)      Kedua tangan di sandaran kursi.
3)      Kepala diletakkan di atas tangan.
4)      Tujuan relaksasi :
a)      Meningkatkan ketenangan.
b)      Mengurangi pengaruh yang berasal dari luar.
c)      Mengendalikan dan mengurangi rasa nyeri.
d)     Latihan ini dapat dilakukan pada kala pertama (masa pembukaan pada proses persalinan) sehingga mengurangi nyeri.
5)      Bentuk latihan :
a)      Tarik napas dalam dan perlahan.
b)      Dilakukan pada kala pertama.
Latihan Menurunkan dan Memasukkan Kepala Janin ke Pintu Atas Panggul
1)      Sikap badan berdiri tegak dan jongkok.
2)      Berdiri dengan berpegangan pada sandaran tempat tidur atau kursi dan jongkok.
3)      Tujuan latihan :
a)      Dengan jongkok selama beberapa waktu diharapkan tulang punggung melengkung, sehingga rahim tertekan.
b)      Sekat rongga dada menekan rahim sehingga kepala janin dpat msuk pintu atas panggul.
4)      Bentuk latihan :
Lakukan berdiri dan jongkok, tahan beberapa saat sehingga tekanan pada rahim mencapai maksimal untuk memasukkan kepala janin ke pintu atas panggul.
5)      Bentuk latihan lain :
Membersihkan lantai dengan tangan sambil bergerak sehingga tekanan sekat rongga  badan dan tulang belakang menyebabkan masuknya kepala janin ke dalam pintu atas panggul.
Latihan Koordinasi Persalinan
1)      Tujuan latihan :
a)      Dengan badan melengkung menyebabkan dorongan maksimal sekat rongga badan terhadap rahim, saat mengejan kontraksi otot dasar panggul mencapai hasil maksimal sebagai pendorong janin dalam proses persalinan, dan persendian antara tulang kelangkang dan tulang tungging akan melebar, sehingga meluaskan jalan lahir.
b)      Napas dalam menahannya beberapa waktu dan selanjutnya untuk mengejan, ini dapat mengurangi rasa sakit saat kontraksi, dan hasil kekuatan mempercepat persalinan.
c)      Membiasakan diri saat persalinan berlangsung.
2)      Bentuk latihan :
a)      Sikap badan dengan dagu diletakkan ke arah dada sampai menyentuhnya.
b)      Tulang punggung dilengkungkan.
c)      Tulang pinggul ditarik ke atas.
d)     Paha ditarik ke arah badan dengan jalan menarik persendian lutut dengan tangan mencapai siku.
e)      Badan melengkung demikian rupa sehingga terjadi hasil akhir kekuatan his untuk mengejan.


Note: 
Agar Bayi / Buah Hati Anda Cerdas konsumsi/Minumlah ENBEPE
Harga  Rp138.000 (belum termasuk Ongkir)

Contoh LPJ Ramadhan 1434 H

Written By Harmony - Healthy on Selasa, 08 Oktober 2013 | 23.23


A.    PENDAHULUAN
ÉOó¡Î0«!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta innayah-Nya kepada kita semua sehingga sampai saat ini kita masih diberikan kesempatan untuk bisa menikmati apa yang telah diciptakandan senantiasa berusaha menjalakan perintah-Nya. Shalawat dan salam senantiasa tercurah pada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya  termasuk kita semua yang Insya Allah tetap istiqomah menanti syafa’atnya sampai akhir zaman.Aamiin
Syukur Alhamdulillah Panitia Ramadhan 1434 H Masjid Al Musyaahadah Jogonalan Kidul telah dapat menyelesaikan  tugas beserta  Laporan Pertanggung-Jawaban Pelaksanaan Kegiatan Ramadhan Tahun 1434 H/2013 M  dengan lancar dan tertib tanpa ada halangan sedikitpun.
Laporan pertanggung jawaban ini adalah sebuah refeleksi dari apa yang telah dipercayakan kepada Tim Panitia dalam mengemban amanah untuk melaksanakan tugas menjadi Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul.
Pada kesempatan yang berbahagia ini pula Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul, mengucapkan terima kasih atas bantuan baik berupa materiil  maupun moril kepada :
1.      Ketua Takmir Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul
2.      Pengurus Takmir Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul
3.      Remaja Islam Jogonalan Kidul (RIJKI)
4.      Seluruh Umat Islam / Jamaah Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul
Dalamkepengurusan Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H, tentunya kami masih banyak melakukan dan memiliki Kekurangan dan Kesalahan. Kami berharap semoga kekurangan dan kesalahantersebut bisa diperbaiki dan dapat menjadi pembelajaran yang berarti dalam memajukan dan  mengembangkan Panitia Gerakan Bulan Ramadhan  Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul dimasa mendatang. Aamiin.
Selanjutnya, untuk mengetahui Laporan Pertanggung-Jawaban Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H Masjid Al-Musyaahadah lebih lengkapnya, kami kelompokkan penulisan setiap sub Pembahasan antara lain:
  1. Pendahuluan
  2. Susunan Kepanitiaan PGBR 1434 H
  3. Tujuan  dan Sasaran Kegiatan
  4. Jadwal kegiatan /Program Kerja Ramadhan 1434 H
  5. Laporan biaya Operasional PGBR 1434 H
  6. Evaluasi PGBR 1434 H dan Rencana Kepanitian PGBR 1435 H.
  7. Penutup
  8. Lampiran-lampiran
Atas nama segenap Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H / 2013 M Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul, kami mengucapkan terima kasih, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Aamiin







Anjar Gigih Dewanto
Ketua
Yogyakarta,  7 September  2013

Panitia PGBR  1434 H




Astari Dewi Nur Setiowati
                                Sekretaris

Mengetahui,

Ketua I
Takmir Masjid
Al-Musyaahadah



Aris Arifudin
Ketua II
Takmir Masjid
Al-Musyaahadah



Muhammad Adab
Ketua III
Takmir Masjid
Al-Musyaahadah

  

Suhadi

                             

B.     SUSUNAN PANITIA PGBR 1434 H/ 2013 M

Penanggung Jawab   : Bapak Aris Arifudin
Ketua                          : Sdr. Anjar Gigih Dewanto
Wakil                          : Sdr. Tri Akhir Wibowo
Sekretaris                   : Sdri. Astrid
Bendaahara               : Bapak H. Sarwidi
Humas                        : Humas RIJKI
Seksi-seksi                  :
No.
Divisi / Seksi
Penanggung Jawab
Keterangan
1.
Perlengkapan
a.
Sdr. Satria Atamdja
Koordinator
b.
Bapak Purno Ismoyo




2.
Penghubung Guru
a.
Sdr. Angga RT.05
Koordinator
b.
Sdr. Aan RT.06

c.
Sdr. Drajad RT.02

d.
Sdr. Fauzan RT.06




3.
Tarbiyatul Athfal (TA)
a.
Sdr. Ivan RT.05
Koordinator
b.
Sdr. Rismanto

c.
Sdr. Andre RT.03

d.
Sdri. Ayu

e.
Sdri. Weni

f.
Sdri. Bella

g.
Sdri. Lala

h.
Sdri. Ferra




4.
Takjilan
a.
Ibu Hj. Sutatatik
Koordinator
b.
Ibu Hj. Murjimakir

c.
Ibu Hj. Triningsih

d.
Ibu Mei Aris

e.
Ibu Siswo Sumarto

f.
Ibu Suparmin

g.
Ibu Endang Lestari




5.
Zakat
a.
Bapak Suparmin
Koordinator
b.
Sdr. Baskoro




6.
Syawalan
a.
Bapak H. Sutarno
Koordinator
b.
Bapak Slamet Raharjo




7.
Pembantu Umum
a.
Bapak Ponijo
Koordinator
b.
Sdr. Niti Wanggono

c.
Sdr. Aditama

d.
Sdr. Asrofi

Dengan Job Description/Uraian Kerja  sebagai berikut :
Ø  Ketua
  • Bertugas mengkonsolidasi, membuat perencanaan serta mengontrol kerja dari seluruh tim/panitia
  • Bertanggung jawab atas semua kegiatan PGBR 1434 H
  • Memimpin, merencanakan dan memutuskan rapat /musyawarah
  • Mengevaluasi dan mengambil kebijakan untuk program kerja PGBR 1433 H
  • Bersama Panitia inti membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ)
Ø  Wakil Ketua
  • Merencanakan konsep segala kegiatan Ramadhan 1434 H baik reguler maupun insidentil
  • Mendampingi  ketua dalam semua kegiatan
  • Bersama Ketua turut serta mengawasi serta mengontrol jalannya program kerja PGBR 1434 H
  • Memimpin Rapat apabila Ketua berhalangan hadir.
Ø  Sekretaris
  • Membuat sekaligus mengelola surat-menyurat baik arsip, undangan, surat permohonan, proposal, dan lainnya yang berkaitan dengan Panitia Gerakan Bulan Ramadhan
  • Membuat notulen hasil setiap rapat
  • Membuat daftar hadir /presensi kehadiran rapat
  • Bersama Ketua dan tim Panitia membuat Laporan Pertanggung JawabaN 
Ø  Bendahara
  • Pemegang kas keuangan utama  Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H
  • Mengelola dan mengatur keluar masuk keuangan selama kegiatan bulan Ramadhan berlangsung
  • Mengkoordinir untuk mencatat hasil  Infak selama Ramadhan 1434 H
  • Memberikan laporan dalam bentuk tertulis tentang saldo awal, keluar-masuk, dan saldo akhir kas di Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H.
Ø  Sie Humas
·         Sebagai media informasi baik internal maupun eksternal
·         Mengedarkan surat, undangan dan menyebarkan informasi terkait

Ø  Sie penghubung Guru/Ustadz
  • Menghubungi dan mengkonfirmasi jadwal guru/Ustadz pengisi pengajian ba’da Subuh, Isya, dan Takjilan
  • Mencari cadangan guru/pemateri
  • Menjemput Guru/Ustadz bilamana diperlukan
Ø  Sie Perlengkapan
  • Mengadakan kerja bakti
  • Menyiapkan peralatan setiap ada kegiatan selama Ramadhan
  • Menyediakan konsumsi saat kerja bakti, rapat, dan kegiatan lainnya sesuai keputusan rapat
·         Sie Tarbiyatul Athfal (TA)
·         Menjadi pengurus/panitia  Tarbiyatul Athfal (RIJKI)
·         Menjadi MC/pembawa acara pengajian ba’da subuh dan isya
·         Menjadi petugas piket Takjilan dan Tarawih Anak-anak
·         Bertanggung jawab akan kegiatan Tarbiyatul Athfal untuk membimbing anak-anak dan Remaja Islam Jogonalan Kidul Selama Ramadhan
·         Menjadi panitia Takbiran Idul Fitri
·         Selalu menjaga kebersihan saat piket/tugas

Ø  Sie Takjilan
·         Mencari donatur Penakjil di Masjid Al Musyahadah pada saat Ramadhan
·         Mengadakan Semaan Al-Quran dan Iqro
·         Menyiapkan konsumsi untuk takbiran anak-anak maupun Jamaah saat takbiran di Masjid Al Musyahadah

Ø  Sie zakat
·         Mengelola hasil zakat yang diperoleh dari warga/jama’ah
·         Membuat jadwal petugas piket penjaga penerima Zakat
·         Mengkoordinir dalam pengaturan pembagian Zakat
·         Menyiapkan peralatan dan keperluan yang terkait dengan kegiatan Zakat
·         Bekerjasama dengan ketua RT setempat untuk mempermudah pendataan penerima zakat

Ø  Sie Pembantu Umum
·         Melaksanakan pendataan/Inventarisasi barang/alat yang dibutuhkan sebelum dan sesudah kegiatan Bulan Ramadhan 1434 H
·         Melakukan perawatan barang-barang inventaris
  • Melakukan pengawasan setiap ada peminjaman peralatan di Masjid
·         Mengecek segala kebutuhan panitia atau petugas piket selama Ramadhan

Ø  Sie Syawalan
·         Mengkoordinir penuh seluruh rangkaian acara syawalan ba’da Sholat Ied
·         Memberitahukan kepada seluruh Ketua RT untuk menjadi Panitia Syawalan di Masjid AL Musyahadah sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan
·         Memberikan Arahan teknis kepada panitia saat syawalan


  1. TUJUAN  DAN SASARAN KEGIATAN
TUJUAN KEGIATAN
1.      Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
2.      Sebagai sarana Dakwah Islam dan menambah pengetahuan tentang Islam.
3.      Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan) antar Jama’ah Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul dan sekitarnya.
4.      Menyemarakkan kegiatan Islami untuk selalu mengedepankan Fastabiqul Khairat

SASARAN / TARGET KEGIATAN
  1. Seluruh Jama’ah  Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul dan sekitarnya.
  2. Remaja Islam Jogonalan Kidul dan sekitarnya.
  3. Anak-anak Islam  Masjid Al Musyahadah Jogonalan Kidul dan sekitarnya.
  1. JADWAL KEGIATAN /PROGRAM KERJA RAMADHAN 1434 H
NO.
TANGGAL
TEMPAT
ACARA
1
26 Mei 2013
Madrasah Ibtida'iyah
Pelatihan MC
2
29 Mei 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat I Pembentukan PGBR 1434 H
3
2 Juni 2013
Madrasah Ibtida'iyah
Pelatihan MC
4
04 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat I Pembentukan Panitia TA 1434 H
5
10 Juni 2013
Madrasah Ibtida'iyah
Pelatihan MC
6
16 Juni 2013
Bapak Muh. Adab
Pengajian Menyongsong Bulan Ramadhan Anak-anak
7
16 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat Pembentukan Materi Ta'jilan dan Jadwal piket
8
16 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Pelatihan Adzan
9
21 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat II TA dan PGBR RIJKI
10
23 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Pelatihan Adzan
11
27 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat II PGBR 1434 H
12
30 Juni 2013
Masjid Al-Musyahadah
Kerja Bakti Persiapan Ramadhan
13
30 Juni 2013
Bapak Muh. Adab
Kerja Bakti Persiapan Ramadhan Untuk Anak-anak
14
5 Juli 2013
Masjid Al-Musyahadah
MDA Trainning (Management Dar El-Akhirat)
15
7 Juli 2013
Masjid Al-Musyahadah
Kerja Bakti Tempat Tarawih Anak-Anak
16
7 Juli 2013
Sekretariat Masjid Al-Musyahadah
Evaluasi Hasil Pelatihan MC dan Adzan
17
7 Agustus 2013
Masjid Al-Musyahadah
Takbiran
18
8 Agustus 2013
Masjid Al-Musyahadah
Syawalan
19
20 September 2013
Masjid Al-Musyahadah
Rapat LPJ PGBR 1434 H

Adapun untuk laporan kegiatan PGBR 1434 H terdapat beberapa kategori kegiatan yaitu;
  1. Bapak/Ibu/Pemuda-Pemudi
·         Pengajian menjelang buka puasa (Takjilan) di Masjid Al-Musyahadah
·         Sholat Tarawih bersama dan Pengajian/Kultum Ba’da Sholat Isya’
·         Tadarus Al-Qur’an ba’da Sholat Tarawih di Masjid Al-Musyahadah
  1. Remaja (RIJKI) dan Anak-Anak (Tarbiyatul Athfal)
·         Pengajian menjelang buka puasa (Takjilan) di MIM Jogonalan Kidul
·         Sholat Tarawih bersama dan Pengajian/Kultum Ba’da Sholat Tarawih bertempat di rumah Bapak Muh. Adab RT.02
·         Tadarus Al-Qur’an/IQRO’ ba’da Tarawih di Masjid Al-Musyahadah
Kegiatan diatas merupakan garis besar yang telah dilaksanakan oleh Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H. Maka dari itu untuk lebih jelas akan seluruh kegitan yang telah dilaksanakan oleh PGBR 1434 H, kami melampirkan dokumentasi berupa foto-foto kegiatan khususnya dari divisi Tarbiyatul Athfal (TA) yang terlampir pada Laporan Pertanggung-Jawaban (LPJ) PGBR 1434 H ini.

E.      LAPORAN BIAYA OPERASIONAL PGBR 1434 H

1.         Pemasukan:
NO
URAIAN
 NOMINAL
1
Saldo 1433 H
 Rp   7,940,935.00
2
Jasa Ued
 Rp      864,550.00
3
Pengajian Istiqomah Rt 05
 Rp      300,000.00
4
Infak
 Rp   7,135,200.00

Total
 Rp 16,240,685.00
2.         Pengeluaran
NO
URAIAN
 NOMINAL
1
Administrasi
 Rp       497,200.00
2
Perlengkapan (Satria)
 Rp    2,200,000.00
3
Ta (Tarbiyatul Athfal)
 Rp    2,000,000.00
4
Kanopi
 Rp    1,000,000.00
5
Seragam Kaos Pgbr 1434 H
 Rp    1,200,000.00
6
Subsidi Takbiran
 Rp       204,000.00

Total
 Rp    7,101,200.00
Saldo (Total Pemasukan-Total Pengeluaran)
 Rp    9,139,485.00

Rincian penggunaan biaya/dana PGBR 1434 H adalah sebagai berikut:
NO.
TANGGAL
DIVISI/SIE
URAIAN

NOMINAL




Rp.


























  1. EVALUASI PGBR 1434 H
Dalam Panitia Gerakan Bulan Ramadhan Masjid Al-Musyaahadah tahun ini, telah disepakati bersama untuk mengaplikasikan/mempraktekan secara langsung tentang acara kepemimpinan (Leadership) yang dimana pada kesempatan kali ini secara bersamaan dari Organisasi RIJKI dalam fase pembaharuan kepengurusan. Oleh karena itu kegiatan kepemimpinan (Leadership) cukup berguna sebagai media/ajang membentuk generasi/karakter Remaja Islam Jogonalan Kidul bisa menjadi pemimpin/koordinator yang bertanggung jawab akan amanah mulia khususnya di Kepengurusan Organisasi Keagamaan (Rohis) RIJKI Masjid Al-Musyaahadah di Jogonalan Kidul. Hal tersebut juga dapat mempermudah untuk bahan evaluasi pada Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434H agar kepanitiaan dimasa yang akan datang bisa lebih baik.
1.   Panitia Inti
·         Panitia inti belum maksimal melaksanakan tugas sesuai peran/jabatannya.
·         Panitia inti masih sering merangkap tugas saat pelaksanaan di lapangan.
·         Tidak adanya buku presensi tugas tiap divisi khususnya dalam kepanitiaan inti, sehingga tidak bisa melaporkan secara rinci tugas dan peran dari yang bersangkutan.

2.   Bidang Per seksi
Ø  Sie Perlengkapan :
·         Belum maksimal dalam membuat administrasi pembukuan, sehingga khusunya laporan keuangan masih belum rapi.
Ø  Sie Penghubung Guru:
·         Kurang menjalin komunikasi, sehingga petugas yang bersangkutan justru saling tumpang tindih saat mengkonfirmasi Ustadz/Guru
Ø  Sie Tarbiyatul Athfal (TA):
·         Petugas/Panitia TA khusunya yang putra belum mengenakan peci, sehingga kurang terlihat Islami.
·         Petugas piket takjilan masih kurang bertanggung jawab dengan tugasnya.
·         Kerjasama masing-masing petugas piket  kurang kompak.
·         Minimnya imam & guru/penceramah kultum  sholat tarawih.
·         Belum memiliki keberanian untuk mengundang ustadz/guru dari luar RIJKI.

Ø  Sie Zakat Fitrah dan Maal:
·         Petugas Piket Zakat Fitrah belum bisa hadir tepat waktu.

Ø  Sie Pembantu Umum (Rumah Tangga):
·         Masih ada beberapa alat inventaris di Masjid Al-Musyaahadah yang kurang saat pelaksanaan Ramadhan 1434 H

  1. PENUTUP
·            Kesimpulan
Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT, kami Panitia Ramadhan Masjid Al-Musyaahadah dapat melaksanakan program kerja Panitia Gerakan Bulan Ramadhan 1434 H Masjid Al-Musyaahadah Jogonalan Kidul. Hambatan pasti ada, namun dengan adanya berbagai hambatan yang dihadapai akan memberikan pengalaman dan pengetahuan yang menjadi pelajaran yang bermanfaat di Kepanitiaan masa mendatang.   
·               Saran
Tanggung jawab, disipilin waktu dan saling mempererat ukhuwah dari setiap panitia akan lebih memperlancar dan mempermudah kerja. Persiapan yang matang dan koordinasi yang baik akan membuat kegiatan dilaksanakan dengan maksimal dan meminimalkan kesalahan selama pelaksanaan kegiatan. Serta niat yang baik untuk mendapatkan ridho Allah SWT dan dengan hati yang ikhlas dari setiap panitia akan membuat kegiatan lebih bermanfaat dan mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Amin .


 
Support : Creating Website | Nasa Template | NASA
Copyright © 2011. Moreskin Care - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Moreskincare Template
Proudly powered by Blogger