Latest Post
19.00
Mulai umur 30 hari dilakukan sampling untuk mengetahui pekembanghan udang melalui pertambahan berat udang. Udang yang normal pada umur 30 hari sudah mencapai size (jumlah udang/kg) 250-300. Untuk selanjutnya sampling dilakukan tiap 7-10 hari sekali. Produksi bahan organik terlarut yang berasa dari kotoran dan sisa pakan sudah cukup tinggi, oleh karena itu sebaiknya air diberi perlakuan kapur Zeolit setiap beberapa hari sekali dengan dosis 400 kg/ha. Pada setiap pergantian atau penambahan air baru tetap diberi perlakuan TON.
Mulai umur 60 hari ke atas, yang harus diperhatikan adalah manajemen kualitas air dan kontrol terhadap kondisi udang. Setiap menunjukkkan kondisi air yang jelek (ditandai dengan warna keruh, kecerahan rendah) secepatnya dilakukan pergantian air dan perlakuan TON 1-2 botol/ha. Jika konsentrasi bahan organik dalam tambak yang semakin tinggi, menyebabkan kualitas air/lingkungan hidup udang juga semakin menurun, akibatnya udang mudah mengalami stres, yang ditandai dengan tidak mau makan, kotor dan diam di sudut-sudut tambak, yang dapat menyebabkan terjadinya kanibalisme.
2.8. Panen.
Udang dipanen disebabkan karena tercapainya bobot panen (panen normal) dan karena terserang penyakit (panen emergency). Panen normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size normal rata-rata 40 - 50. Sedang panen emergency dilakukan jika udang terserang penyakit yang ganas dalam skala luas (misalnya SEMBV/bintik putih). Karena jika tidak segera dipanen, udang akan habis/mati.
Udang yang dipanen dengan syarat mutu yang baik adalah yang berukuran besar, kulit keras, bersih, licin, bersinar, alat tubuh lengkap, masih hidup dan segar. Penangkapan udang pada saat panen dapat dilakukan dengan jala tebar atau jala tarik dan diambil dengan tangan. Saat panen yang baik yaitu malam atau dini hari, agar udang tidak terkena panas sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat menjadi merah/rusak.
III. Pakan Udang.
Pakan udang ada dua macam, yaitu pakan alami yang terdiri dari plankton, siput-siput kecil, cacing kecil, anak serangga dan detritus (sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk). Pakan yang lain adalah pakan buatan berupa pelet. Pada budidaya yang semi intensif apalagi intensif, pakan buatan sangat diperlukan. Karena dengan padat penebaran yang tinggi, pakan alami yang ada tidak akan cukup yang mengakibatkan pertumbuhan udang terhambat dan akan timbul sifat kanibalisme udang.
Pelet udang dibedakan dengan penomoran yang berbeda sesuai dengan pertumbuhan udang yang normal.
Untuk meningkatkan pertumbuhan udang, perlu penambahan nutrisi lengkap dalam pakan. Untuk itu, pakan harus dicampur dengan VITERNA Plus dan POC NASA yang mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin dengan dosis 5 cc/kg pakan untuk umur dibwah 60 hari dan setelah itu 10 cc/kg pakan hingga panen.
IV. Penyakit.
Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah :
Teknis Budidaya Udang
Written By Harmony - Healthy on Jumat, 17 Januari 2014 | 19.00
I. Pendahuluan
Budidaya udang windu di Indonesia dimulai pada awal tahun 1980-an, dan mencapai puncak produksi pada tahun 1985-1995. Sehingga pada kurun waktu tersebut udang windu merupakan penghasil devisa terbesar pada produk perikanan. Selepas tahun 1995 produksi udang windu mulai mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh penurunan mutu lingkungan dan serangan penyakit. Melihat kondisi tersebut, PT. NATURAL NUSANTARA merasa terpanggil untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan produk-produk yang berprinsip kepada Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian (K-3).
II. Teknis Budidaya
Budidaya udang windu meliputi beberapa faktor, yaitu :
2.1. Syarat Teknis
Budidaya udang windu di Indonesia dimulai pada awal tahun 1980-an, dan mencapai puncak produksi pada tahun 1985-1995. Sehingga pada kurun waktu tersebut udang windu merupakan penghasil devisa terbesar pada produk perikanan. Selepas tahun 1995 produksi udang windu mulai mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh penurunan mutu lingkungan dan serangan penyakit. Melihat kondisi tersebut, PT. NATURAL NUSANTARA merasa terpanggil untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan produk-produk yang berprinsip kepada Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian (K-3).
II. Teknis Budidaya
Budidaya udang windu meliputi beberapa faktor, yaitu :
2.1. Syarat Teknis
- Lokasi yang cocok untuk tambak udang yaitu pada daerah pantai yang mempunyai tanah bertekstur liat atau liat berpasir yang mudah dipadatkan sehingga mampu menahan air dan tidak mudah pecah.
- Air yang baik yaitu air payau dengan salinitas 0-33 ppt dengan suhu optimal 26 - 300C dan bebas dari pencemaran bahan kimia berbahaya.
- Mempunyai saluran air masuk/inlet dan saluran air keluar/outlet yang terpisah.
- Mudah mendapatkan sarana produksi yaitu benur, pakan, pupuk , obat-obatan dan lain-lain.
- Pada tambak yang intensif harus tersedia aliran listrik dari PLN atau mempunyai Generator sendiri.
2.2. Tipe Budidaya.
Berdasarkan letak, biaya dan operasi pelaksanaannya, tipe budidaya dibedakan menjadi :
Berdasarkan letak, biaya dan operasi pelaksanaannya, tipe budidaya dibedakan menjadi :
- Tambak Ekstensif atau tradisional.
- Petakan tambak biasanya di lahan pasang surut yang umumnya berupa rawa bakau. Ukuran dan bentuk petakan tidak teratur, belum meggunakan pupuk dan obat-obatan dan program pakan tidak teratur.
- Tambak Semi Intensif.
- Lokasi tambak sudah pada daerah terbuka, bentuk petakan teratur tetapi masih berupa petakan yang luas (1-3 ha/petakan), padat penebaran masih rendah, penggunaan pakan buatan masih sedikit.
- Tambak Intensif.
- Lokasi di daerah yang khusus untuk tambak dalam wilayah yang luas, ukuran petakan dibuat kecil untuk efisiensi pengelolaan air dan pengawasan udang, padat tebar tinggi, sudah menggunakan kincir, serta program pakan yang baik.
2.3. Benur
Benur yang baik mempunyai tingkat kehidupan (Survival Rate/SR) yang tinggi, daya adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang tinggi, berwarna tegas/tidak pucat baik hitam maupun merah, aktif bergerak, sehat dan mempunyai alat tubuh yang lengkap. Uji kualitas benur dapat dilakukan secara sederhana, yaitu letakkan sejumlah benur dalam wadah panci atau baskom yang diberi air, aduk air dengan cukup kencang selama 1-3 menit. Benur yang baik dan sehat akan tahan terhadap adukan tersebut dengan berenang melawan arus putaran air, dan setelah arus berhenti, benur tetap aktif bergerak.
2.4. Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan, meliputi :
2.4. Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan, meliputi :
- Pengangkatan lumpur. Setiap budidaya pasti meninggalkan sisa budidaya yang berupa lumpur organik dari sisa pakan, kotoran udang dan dari udang yang mati. Kotoran tersebut harus dikeluarkan karena bersifat racun yang membahayakan udang. Pengeluaran lumpur dapat dilakukan dengan cara mekanis menggunakan cangkul atau penyedotan dengan pompa air/alkon.
- Pembalikan Tanah. Tanah di dasar tambak perlu dibalik dengan cara dibajak atau dicangkul untuk membebaskan gas-gas beracun (H2S dan Amoniak) yang terikat pada pertikel tanah, untuk menggemburkan tanah dan membunuh bibit panyakit karena terkena sinar matahari/ultra violet.
- Pengapuran. Bertujuan untuk menetralkan keasaman tanah dan membunuh bibit-bibit penyakit. Dilakukan dengan kapur Zeolit dan Dolomit dengan dosis masing-masing 1 ton/ha.
- Pengeringan. Setelah tanah dikapur, biarkan hingga tanah menjadi kering dan pecah-pecah, untuk membunuh bibit penyakit.
- Perlakuan pupuk TON (Tambak Organik Nusantara). Untuk mengembalikan kesuburan lahan serta mempercepat pertumbuhan pakan alami/plankton dan menetralkan senyawa beracun, lahan perlu diberi perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha untuk tambak yang masih baik atau masih baru dan 10 botol TON untuk areal tambak yang sudah rusak. Caranya masukkan sejumlah TON ke dalam air, kemudian aduk hingga larut. Siramkan secara merata ke seluruh areal lahan tambak.
2.5. Pemasukan Air
Setelah dibiarkan 3 hari, air dimasukkan ke tambak. Pemasukan air yang pertama setinggi 10-25 cm dan biarkan beberapa hari, untuk memberi kesempatan bibit-bibit plankton tumbuh setelah dipupuk dengan TON. Setelah itu air dimasukkan hingga minimal 80 cm. Perlakuan Saponen bisa dilakukan untuk membunuh ikan yang masuk ke tambak. Untuk menyuburkan plankton sebelum benur ditebar, air dikapur dengan Dolomit atau Zeolit dengan dosis 600 kg/ha.
2.6. Penebaran Benur.
Tebar benur dilakukan setelah air jadi, yaitu setelah plankton tumbuh yang ditandai dengan kecerahan air kurang lebih 30-40 cm. Penebaran benur dilakukan dengan hati-hati, karena benur masih lemah dan mudah stress pada lingkungan yang baru. Tahap penebaran benur adalah :
Setelah dibiarkan 3 hari, air dimasukkan ke tambak. Pemasukan air yang pertama setinggi 10-25 cm dan biarkan beberapa hari, untuk memberi kesempatan bibit-bibit plankton tumbuh setelah dipupuk dengan TON. Setelah itu air dimasukkan hingga minimal 80 cm. Perlakuan Saponen bisa dilakukan untuk membunuh ikan yang masuk ke tambak. Untuk menyuburkan plankton sebelum benur ditebar, air dikapur dengan Dolomit atau Zeolit dengan dosis 600 kg/ha.
2.6. Penebaran Benur.
Tebar benur dilakukan setelah air jadi, yaitu setelah plankton tumbuh yang ditandai dengan kecerahan air kurang lebih 30-40 cm. Penebaran benur dilakukan dengan hati-hati, karena benur masih lemah dan mudah stress pada lingkungan yang baru. Tahap penebaran benur adalah :
- Adaptasi suhu. Plastik wadah benur direndam selama 15 30 menit, agar terjadi penyesuaian suhu antara air di kolam dan di dalam plastik.
- Adaptasi udara. Plastik dibuka dan dilipat pada bagian ujungnya. Biarkan terbuka dan terapung selama 15 30 menit agar terjadi pertukaran udara dari udara bebas dengan udara dalam air di plastik.
- Adaptasi kadar garam/salinitas. Dilakukan dengan cara memercikkan air tambak ke dalam plastik selama 10 menit. Tujuannya agar terjadi percampuran air yang berbeda salinitasnya, sehingga benur dapat menyesuaikan dengan salinitas air tambak.
- Pengeluaran benur. Dilakukan dengan memasukkan sebagian ujung plastik ke air tambak. Biarkan benur keluar sendiri ke air tambak. Sisa benur yang tidak keluar sendiri, dapat dimasukkan ke tambak dengan hati-hati/perlahan.
2.7. Pemeliharaan.
Pada awal budidaya, sebaiknya di daerah penebaran benur disekat dengan waring atau hapa, untuk memudahkan pemberian pakan. Sekat tersebut dapat diperluas sesuai dengan perkembangan udang, setelah 1 minggu sekat dapat dibuka. Pada bulan pertama yang diperhatikan kualitas air harus selalu stabil. Penambahan atau pergantian air dilakukan dengan hati-hati karena udang masih rentan terhadap perubahan kondisi air yang drastis. Untuk menjaga kestabilan air, setiap penambahan air baru diberi perlakuan TON dengan dosis 1 - 2 botol TON/ha untuk menumbuhkan dan menyuburkan plankton serta menetralkan bahan-bahan beracun dari luar tambak.
Pada awal budidaya, sebaiknya di daerah penebaran benur disekat dengan waring atau hapa, untuk memudahkan pemberian pakan. Sekat tersebut dapat diperluas sesuai dengan perkembangan udang, setelah 1 minggu sekat dapat dibuka. Pada bulan pertama yang diperhatikan kualitas air harus selalu stabil. Penambahan atau pergantian air dilakukan dengan hati-hati karena udang masih rentan terhadap perubahan kondisi air yang drastis. Untuk menjaga kestabilan air, setiap penambahan air baru diberi perlakuan TON dengan dosis 1 - 2 botol TON/ha untuk menumbuhkan dan menyuburkan plankton serta menetralkan bahan-bahan beracun dari luar tambak.
Mulai umur 30 hari dilakukan sampling untuk mengetahui pekembanghan udang melalui pertambahan berat udang. Udang yang normal pada umur 30 hari sudah mencapai size (jumlah udang/kg) 250-300. Untuk selanjutnya sampling dilakukan tiap 7-10 hari sekali. Produksi bahan organik terlarut yang berasa dari kotoran dan sisa pakan sudah cukup tinggi, oleh karena itu sebaiknya air diberi perlakuan kapur Zeolit setiap beberapa hari sekali dengan dosis 400 kg/ha. Pada setiap pergantian atau penambahan air baru tetap diberi perlakuan TON.
Mulai umur 60 hari ke atas, yang harus diperhatikan adalah manajemen kualitas air dan kontrol terhadap kondisi udang. Setiap menunjukkkan kondisi air yang jelek (ditandai dengan warna keruh, kecerahan rendah) secepatnya dilakukan pergantian air dan perlakuan TON 1-2 botol/ha. Jika konsentrasi bahan organik dalam tambak yang semakin tinggi, menyebabkan kualitas air/lingkungan hidup udang juga semakin menurun, akibatnya udang mudah mengalami stres, yang ditandai dengan tidak mau makan, kotor dan diam di sudut-sudut tambak, yang dapat menyebabkan terjadinya kanibalisme.
2.8. Panen.
Udang dipanen disebabkan karena tercapainya bobot panen (panen normal) dan karena terserang penyakit (panen emergency). Panen normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size normal rata-rata 40 - 50. Sedang panen emergency dilakukan jika udang terserang penyakit yang ganas dalam skala luas (misalnya SEMBV/bintik putih). Karena jika tidak segera dipanen, udang akan habis/mati.
Udang yang dipanen dengan syarat mutu yang baik adalah yang berukuran besar, kulit keras, bersih, licin, bersinar, alat tubuh lengkap, masih hidup dan segar. Penangkapan udang pada saat panen dapat dilakukan dengan jala tebar atau jala tarik dan diambil dengan tangan. Saat panen yang baik yaitu malam atau dini hari, agar udang tidak terkena panas sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat menjadi merah/rusak.
III. Pakan Udang.
Pakan udang ada dua macam, yaitu pakan alami yang terdiri dari plankton, siput-siput kecil, cacing kecil, anak serangga dan detritus (sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk). Pakan yang lain adalah pakan buatan berupa pelet. Pada budidaya yang semi intensif apalagi intensif, pakan buatan sangat diperlukan. Karena dengan padat penebaran yang tinggi, pakan alami yang ada tidak akan cukup yang mengakibatkan pertumbuhan udang terhambat dan akan timbul sifat kanibalisme udang.
Pelet udang dibedakan dengan penomoran yang berbeda sesuai dengan pertumbuhan udang yang normal.
- Umur 1-10 hari pakan 01
- Umur 11-15 hari campuran 01 dengan 02
- Umur 16-30 hari pakan 02
- Umur 30-35 campuran 02 dengan 03
- Umur 36-50 hari pakan 03
- Umur 51-55 campuran 03 dengan 04 atau 04S. (jika memakai 04S, diberikan hingga umur 70 hari).
- Umur 55 hingga panen pakan 04, jika pada umur 85 hari size rata-rata mencapai 50, digunakan pakan 05 hingga panen.
Kebutuhan pakan awal untuk setiap 100.000 ekor adalah 1 kg, selanjutnya tiap 7 hari sekali ditambah 1 kg hingga umur 30 hari. Mulai umur tersebut dilakukan cek ancho dengan jumlah pakan di ancho 10% dari pakan yang diberikan. Waktu angkat ancho untuk size 1000-166 adalah 3 jam, size 166-66 adalah 2,5 jam, size 66-40 adalah 2,5 jam dan kurang dari 40 adalah 1,5 jam dari pemberian.
Untuk meningkatkan pertumbuhan udang, perlu penambahan nutrisi lengkap dalam pakan. Untuk itu, pakan harus dicampur dengan VITERNA Plus dan POC NASA yang mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin dengan dosis 5 cc/kg pakan untuk umur dibwah 60 hari dan setelah itu 10 cc/kg pakan hingga panen.
IV. Penyakit.
Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah :
- Bintik Putih. Penyakit inilah yang menjadi penyebab sebagian besar kegagalan budidaya udang. Disebabkan oleh infeksi virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Baculo Virus). Serangannya sangat cepat, dalam beberapa jam saja seluruh populasi udang dalam satu kolam dapat mati. Gejalanya : jika udang masih hidup, berenang tidak teratur di permukaan dan jika menabrak tanggul langsung mati, adanya bintik putih di cangkang (Carapace), sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Virus dapat berkembang biak dan menyebar lewat inang, yaitu kepiting dan udang liar, terutama udang putih. Belum ada obat untuk penyakit ini, cara mengatasinya adalah dengan diusahakan agar tidak ada kepiting dan udang-udang liar masuk ke kolam budidaya. Kestabilan ekosistem tambak juga harus dijaga agar udang tidak stress dan daya tahan tinggi. Sehingga walaupun telah terinfeksi virus, udang tetap mampu hidup sampai cukup besar untuk dipanen. Untuk menjaga kestabilan ekosistem tambak tersebut tambak perlu dipupuk dengan TON.
- Bintik Hitam/Black Spot. Disebabkan oleh virus Monodon Baculo Virus (MBV). Tanda yang nampak yaitu terdapat bintik-bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga gejala lain yang tampak yaitu adanya kerusakan alat tubuh udang. Cara mencegah : dengan selalu menjaga kualitas air dan kebersihan dasar tambak.
- Kotoran Putih/mencret. Disebabkan oleh tingginya konsentrasi kotoran dan gas amoniak dalam tambak. Gejala : mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih di daerah pojok tambak (sesuai arah angin), juga diikuti dengan penurunan nafsu makan sehingga dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kematian. Cara mencegah : jaga kualitas air dan dilakukan pengeluaran kotoran dasar tambak/siphon secara rutin.
- Insang Merah. Ditandai dengan terbentuknya warna merah pada insang. Disebabkan tingginya keasaman air tambak, sehingga cara mengatasinya dengan penebaran kapur pada kolam budidaya. Pengolahan lahan juga harus ditingkatkan kualitasnya.
- Nekrosis. Disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak. Gejala yang nampak yaitu adanya kerusakan/luka yang berwarna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor. Cara mengatasinya adalah dengan penggantian air sebanyak-banyaknya ditambah perlakuan TON 1-2 botol/ha, sedangkan pada udang dirangsang untuk segera melakukan ganti kulit (Molting) dengan pemberian saponen atau dengan pengapuran.
Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan oleh penurunan kualitas kolam budidaya. Oleh karena itu perlakuan TON sangat diperlukan baik pada saat pengolahan lahan maupun saat pemasukan air baru.
Label:
Teknis Budidaya Perikanan
18.58
1. Pemilihan induk yang unggul . Induk yang unggul akan menurunkan sifat-sifatnya kepada keturunannya, Ciri-cirinya :
1. Persiapan lahan.
Tahap ini dilakukan sebelum pemasukan air. kegiatan yang dilakukan selama persiapan lahan adalah :
Teknis Budidaya Bandeng
I. Pendahuluan.
Ikan bandeng merupakan adalah satu jenis ikan penghasil protein hewani yang tinggi. Usaha intensifikasi budidaya perlu dilakukan karena rendahnya produktivitas bandeng dengan budidaya tradisional. Peningkatan sistem budidaya juga harus diikuti dengan penggunaan teknologi baru. PT. NATURAL NUSANTARA memberikan teknologi yang diperlukan dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan).
II. Sifat Biologis.
Bandeng termasuk golongan ikan herbivora , yaitu bangsa ikan yang mengkonsumsi tumbuhan. Mampu mencapai berat rata-rata 0,6 kg pada usia 5 - 6 bulan dengan pemeliharaan yang intensif.
III. Penyediaan Benih.
Usaha penyediaan benih (nener) secara kontinyu dengan mutu yang baik dilakukan dengan sistem pembenihan yang intensif pada kolam-kolam khusus, yaitu kolam pematangan induk, pemijahan, peneneran dan kolam pembsaran. Dalam pembenihan bandeng langkah yang dilakukan adalah :
II. Sifat Biologis.
Bandeng termasuk golongan ikan herbivora , yaitu bangsa ikan yang mengkonsumsi tumbuhan. Mampu mencapai berat rata-rata 0,6 kg pada usia 5 - 6 bulan dengan pemeliharaan yang intensif.
III. Penyediaan Benih.
Usaha penyediaan benih (nener) secara kontinyu dengan mutu yang baik dilakukan dengan sistem pembenihan yang intensif pada kolam-kolam khusus, yaitu kolam pematangan induk, pemijahan, peneneran dan kolam pembsaran. Dalam pembenihan bandeng langkah yang dilakukan adalah :
1. Pemilihan induk yang unggul . Induk yang unggul akan menurunkan sifat-sifatnya kepada keturunannya, Ciri-cirinya :
- bentuk normal, perbandingan panjang dan berat ideal.
- ukuran kepala relatif kecil, diantara satu peranakan pertumbuhannya paling cepat.
- susunan sisik teratur, licin, mengkilat, tidak ada luka.
- gerakan lincah dan normal.
- umur antara 4 5 tahun.
2. Merangsang pemijahan. Kematangan gonad dapat dipercepat dengan penggunaan hormone LHRH (Letuizing Hormon Releasing Hormon) melalui suntikan.`
3. Memijahkan. Pemijahan adalah pencampuran induk jantan dan berina yang telah matang sel sperma dan sel telurnya agar terjadi pengeluaran (ejakulasi) kedua sel tersebut. Setelah berada di air, sel sperma akan membuahi sel telur karena sistem pembuahan ikan terjadi diluar tubuh. Pemijahan dilakukan pada kolam khusus pemijahan
4. Penetasan. Telur yang mengapung di kolam pemijahan menetas setelah 24 - 26 jam dari awal pemijahan. Telur yang telah menetas akan menjadi larva yang masih mempunyai cadangan makanan dari kuning telur induk, sehingga belum perlu diberi pakan hingga umur 2 hari.
5. Merawat benih. Setelah berumur 9 hari larva dipindahkan ke kolam pemeliharaan nener . Di kolam ini larva diberi pakan alami berupa plankton. Penumbuhan plankton dilakukan dengan pemupukan dan pengapuran. Pemupukan yang tepat adalah dengan pupuk TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA) yang mengandung berbagai unsur mineral penting untuk pertumbuhan plankton, diantaranya N,P,K,Mg, Ca, Mg, S, Cl dan lain-lain, juga dilengkapi dengan asam humat dan vulvat yang mempu memperbaiki tekstur dan meningkatkan kesuburan tanah dasar kolam dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 pada tiap pemasukan air. Waktu peneneran 8 minggu. Pakan yang diberikan berupa tepung dengan kadar protein 30%. Untuk menambah nutrisi pakan pencampuiran pakan dengan VITERNA Plus dan POC NASA dengan dosis 2 - 5 /kg pakan sangat diperlukan, karena VITERNA Plus dan POC NASA mengandung unsur-unsur mineral penting yaitu N,P,K,Mg,Fe,Ca,S dan lain-lain, vitamin, protein dan lemak untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan nener.
IV. Pembesaran.
Setelah dipelihara di kolam peneneran selama 8 minggu, bandeng dipindahkan ke kolam pembesaran. Teknis pembesaran bandeng meliputi beberapa hal, yaitu :
3. Memijahkan. Pemijahan adalah pencampuran induk jantan dan berina yang telah matang sel sperma dan sel telurnya agar terjadi pengeluaran (ejakulasi) kedua sel tersebut. Setelah berada di air, sel sperma akan membuahi sel telur karena sistem pembuahan ikan terjadi diluar tubuh. Pemijahan dilakukan pada kolam khusus pemijahan
4. Penetasan. Telur yang mengapung di kolam pemijahan menetas setelah 24 - 26 jam dari awal pemijahan. Telur yang telah menetas akan menjadi larva yang masih mempunyai cadangan makanan dari kuning telur induk, sehingga belum perlu diberi pakan hingga umur 2 hari.
5. Merawat benih. Setelah berumur 9 hari larva dipindahkan ke kolam pemeliharaan nener . Di kolam ini larva diberi pakan alami berupa plankton. Penumbuhan plankton dilakukan dengan pemupukan dan pengapuran. Pemupukan yang tepat adalah dengan pupuk TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA) yang mengandung berbagai unsur mineral penting untuk pertumbuhan plankton, diantaranya N,P,K,Mg, Ca, Mg, S, Cl dan lain-lain, juga dilengkapi dengan asam humat dan vulvat yang mempu memperbaiki tekstur dan meningkatkan kesuburan tanah dasar kolam dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 pada tiap pemasukan air. Waktu peneneran 8 minggu. Pakan yang diberikan berupa tepung dengan kadar protein 30%. Untuk menambah nutrisi pakan pencampuiran pakan dengan VITERNA Plus dan POC NASA dengan dosis 2 - 5 /kg pakan sangat diperlukan, karena VITERNA Plus dan POC NASA mengandung unsur-unsur mineral penting yaitu N,P,K,Mg,Fe,Ca,S dan lain-lain, vitamin, protein dan lemak untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan nener.
IV. Pembesaran.
Setelah dipelihara di kolam peneneran selama 8 minggu, bandeng dipindahkan ke kolam pembesaran. Teknis pembesaran bandeng meliputi beberapa hal, yaitu :
1. Persiapan lahan.
Tahap ini dilakukan sebelum pemasukan air. kegiatan yang dilakukan selama persiapan lahan adalah :
- Pencangkulan dan pembalikan tanah. Bertujuan untuk membebaskan senyawa dan gas beracun sisa budidaya hasil dekomposisi bahan organik baik dari pakan maupun dari kotoran. Selain itu dengan menjadi gemburnya tanah, aerasi akan berjalan dengan baik sehingga kesuburan lahan akan meningkat.
- Pengapuran. Selama budidaya, ikan memerlukan kondisi keasaman yang stabil yaitu pada pH 7 - 8. Untuk mengembalikan keasaman tanah pada kondisi tersebut, dilakukan pengapuran karena penimbunan dan pembusukan bahan organik selama budidaya sebelumnya menurunkan pH tanah. Pengapuran juga menyebabkan bakteri dan jamur pembawa penyakit mati karena sulit dapat hidup pada pH tersebut. Pengapuran dengan kapur tohor, dolomit atau zeolit dengan dosis 1 TON /ha atau 10 kg/100 m2.
- Pemupukan. Fungsi utama pemupukan adalah memberikan unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan pakan alami, memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang tidak kedap air (porous). Penggunaan TON untuk pemupukan tanah dasar kolam sangat tepat, karena TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, dan asam-asam organik utama memberikan bahan-bahan yang diperlukan untuk peningkatan kesuburan lahan dan pertumbuhan plankton. Dosis pemupukan TON adalah 5 botol/ha atau 25 gr/100 m2.
- Pengelolaan air. setelah dilakukan pemupukan dengan TON, air dimasukkan hingga setinggi 10 - 20 cm kemudian dibiarkan beberapa hari, untuk menumbuhkan bibit-bibit plankton. Air dimasukkan hingga setinggi 80 cm atau menyesuaikan dengan kedalaman kolam.
2. Pemindahan nener. Setelah plankton tumbuh (warna air hijau) dan kecerahan sedalam 30 - 40 cm, nener di kolam peneneran dipindahkan ke kolam pembesaran dengan hati-hati dengan adaptasi terhadap lingkungan yang baru.
3. Pemberian Pakan. Sesuai dengan sifat bandeng yang termasuk hewan herbivore, maka ikan ini suka memakan tumbuh-tumbuhan yang ada di kolam. Tumbuhan yang disukai bandeng adalah lumut, ganggang dan klekap. Untuk mempercepat pertumbuhan, perlu pakan buatan pabrik, dengan standar nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal dengan kadar protein .minimal 25 - 28 %.
Sebagai hewan herbivora, unsur tumbuhan dalam pakan memang sangat penting,. Oleh karena itu, sebaiknya bahan baku unsur protein harus didominasi dari sumber tumbuhan atau nabati dari tepung kedelai atau bungkil kacang tanah. Sebagai acuan pemberian pakan adalah : Jumlah pakan 5 - 7% dari berat badan. Waktu pemberian 3 - 5 kali sehari.
Penambahan VITERNA Plus dan POC NASA pada pakan buatan merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh bandeng. VITERNA Plus dan POC NASA mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin akan menambah kandungan nutrisi pakan. Dosis pencampuran VITERNA Plus dan POC NASA dengan pakan buatan adalah 2 - 5 cc/kg pakan dengan cara :
3. Pemberian Pakan. Sesuai dengan sifat bandeng yang termasuk hewan herbivore, maka ikan ini suka memakan tumbuh-tumbuhan yang ada di kolam. Tumbuhan yang disukai bandeng adalah lumut, ganggang dan klekap. Untuk mempercepat pertumbuhan, perlu pakan buatan pabrik, dengan standar nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal dengan kadar protein .minimal 25 - 28 %.
Sebagai hewan herbivora, unsur tumbuhan dalam pakan memang sangat penting,. Oleh karena itu, sebaiknya bahan baku unsur protein harus didominasi dari sumber tumbuhan atau nabati dari tepung kedelai atau bungkil kacang tanah. Sebagai acuan pemberian pakan adalah : Jumlah pakan 5 - 7% dari berat badan. Waktu pemberian 3 - 5 kali sehari.
Penambahan VITERNA Plus dan POC NASA pada pakan buatan merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh bandeng. VITERNA Plus dan POC NASA mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin akan menambah kandungan nutrisi pakan. Dosis pencampuran VITERNA Plus dan POC NASA dengan pakan buatan adalah 2 - 5 cc/kg pakan dengan cara :
- Timbang pakan sesuai dengan kebutuhan bandeng.
- Basahi pakan dengan sedikit air agar pencampuran dengan VITERNA Plus dan POC NASA dapat merata.
- Campurkan VITERNA Plus dan POC NASA sesuai jumlah pakan yang diberikan dengan dosis 2 - 5 cc/kg pakan.
- Pakan siap untuk diberikan.
Pemberian pakan dengan menyebarkan secara merata pada seluruh areal kolam, agar seluruh bandeng dapat pakan.
V. Pengendalian hama dan Penyakit.
Penyakit penting yang sering menyerang bandeng adalah :
V. Pengendalian hama dan Penyakit. Penyakit penting yang sering menyerang bandeng adalah :
- Pembusukan sirip, disebabkan oleh bakteri. Gejalanya sirip membusuk dari bagian tepi.
- Vibriosis. Disebabkan oleh bakteri Vibriosis sp , gejalanya nafsu makan turun, pembusukan sirip, dan bagian perut bengkak oleh cairan.
- Penyakit oleh Protozoa. Gejalanya nafsu makan hilang, mata buta, sisik terkelupas, insang rusak, banyak berlendir.
- Penyakit oleh cacing renik. Sering disebabkan oleh cacing Diploctanum yang menyerang bagian insang sehingga menjadi pucat dan berlendir.
Penyakit dari bakteri, parasit dan jamur disebabkan lingkungan yang buruk, dan penurunan daya tahan tubuh ikan. Penurunan kualitas lingkungan disebabkan oleh tingginya timbunan bahan organik dan pencemaran lingkungan dari aliran sungai.. Bahan organik dan kotoran akan membusuk dan manghasilkan gas-gas yang berbahaya. Ketahanan tubuh ikan ditentukan konsumsi nutrisinya. Maka cara pengendalian penyakit harus menitikberatkan pada kedua faktor tersebut.
Untuk mengatasi penurunan kualitas lingkungan dapat dilakukan perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 yang mengandung unsur mineral dan asam-asam organik penting yang mampu menetralkan berbagai gas berbahaya hasil pembusukan kotoran dalam kolam dan unsur mineral akan menyuburkan plankton sebagai pakan alami. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam jumlah yang ideal, perlu diberikan pakan dengan standar protein yang sesuai serta dengan penambahan/pencampuran VITERNA Plus dan POC NASA pada pakan buatan.
VITERNA Plus dan POC NASA dengan kandungan mineral-mineral penting, vitamin, asam organic, protein dan lemak akan menambah dan melengkapi nutrisi pakan, sehingga ketahanan tubuh untuk hidup dan berkembang selalu tercukupi.
Untuk mengatasi penurunan kualitas lingkungan dapat dilakukan perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 yang mengandung unsur mineral dan asam-asam organik penting yang mampu menetralkan berbagai gas berbahaya hasil pembusukan kotoran dalam kolam dan unsur mineral akan menyuburkan plankton sebagai pakan alami. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam jumlah yang ideal, perlu diberikan pakan dengan standar protein yang sesuai serta dengan penambahan/pencampuran VITERNA Plus dan POC NASA pada pakan buatan.
VITERNA Plus dan POC NASA dengan kandungan mineral-mineral penting, vitamin, asam organic, protein dan lemak akan menambah dan melengkapi nutrisi pakan, sehingga ketahanan tubuh untuk hidup dan berkembang selalu tercukupi.
Label:
Teknis Budidaya Perikanan
19.37
Hakikat Hidup Sukses: Tafsir QS. Ali Imran 185
Written By Harmony - Healthy on Kamis, 16 Januari 2014 | 19.37
Khutbah Pertama:
ุฅَِّู ุงْูุญَู
ْุฏَ ููู َูุญْู
َุฏُُู ََููุณْุชَุนُُِْููู ََููุณْุชَุบِْูุฑُُู، ََููุนُْูุฐُ ุจุงููู ู
ِْู ุดُุฑُْูุฑِ ุฃَُْููุณَِูุง َูู
ِْู ุณَِّูุฆَุงุชِ ุฃَุนْู
َุงَِููุง، ู
َْู َْููุฏِِู ุงููู ََููุง ู
ُุถَِّู َُูู َูู
َْู ُูุถِْْูู ََููุง َูุงุฏَِู َُูู، ุฃَุดَْูุฏُ ุฃَْู َูุง ุฅَูู ุฅูุง ุงููู َูุญْุฏَُู َูุง ุดَุฑَِْูู َُูู، َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃََّู ู
ُุญَู
َّุฏًุง ุนَุจْุฏُُู َูุฑَุณُُُْููู.
َูุงุฃَُّููุงَ ุงَّูุฐَِูู ุกَุงู
َُููุง ุงุชَُّููุง ุงููู ุญََّู ุชَُูุงุชِِู َููุงَ ุชَู
ُูุชَُّู ุฅِูุงَّ َูุฃَูุชُู
ู
ُّุณِْูู
َُูู
َูุงุฃََُّููุง ุงَّููุงุณُ ุงุชَُّููุง ุฑَุจَُّูู
ُ ุงَّูุฐِู ุฎَََُูููู
ู
ِّْู َْููุณٍ َูุงุญِุฏَุฉٍ َูุฎَََูู ู
َِْููุง ุฒَْูุฌََูุง َูุจَุซَّ ู
ُِْููู
َุง ุฑِุฌَุงูุงً َูุซِูุฑًุง َِููุณَุขุกً َูุงุชَُّููุง ุงَููู ุงَّูุฐِู ุชَุณَุขุกََُููู ุจِِู َูุงْูุฃَุฑْุญَุงู
َ ุฅَِّู ุงููู َูุงَู ุนََُْูููู
ْ ุฑَِููุจًุง
َูุงุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุกَุงู
َُููุง ุงุชَُّููุง ุงููู َُُูููููุง َْูููุงً ุณَุฏِูุฏًุง . ُูุตِْูุญْ َُููู
ْ ุฃَุนْู
َุงَُููู
ْ ََููุบِْูุฑْ َُููู
ْ ุฐُُููุจَُูู
ْ َูู
َู ُูุทِุนِ ุงَููู َูุฑَุณَُُููู ََููุฏْ َูุงุฒَ َْููุฒًุง ุนَุธِูู
ًุง
ุฃَู
َّุง ุจَุนْุฏُ: َูุฅَِّู ุฃَุตْุฏََู ุงْูุญَุฏِْูุซِ ِูุชَุงุจُ ุงููู َูุฎَْูุฑَ ุงَْููุฏِْู َูุฏُْู ู
ُุญَู
َّุฏٍ ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
َูุดَุฑَّ ุงْูุฃُู
ُْูุฑِ ู
ُุญْุฏَุซَุงุชَُูุง، ََُّููู ู
ُุญْุฏَุซَุฉٍ ุจِุฏْุนَุฉٌ، ََُّููู ุจِุฏْุนَุฉٍ ุถََูุงَูุฉٌ، ََُّููู ุถََูุงَูุฉٍ ِูู ุงَّููุงุฑِ. ุงูููู
ุตَู ุนََูู ู
ُุญَู
ุฏٍ، َูุนََูู ุขِِูู َูุตَุญْุจِِู َูุณَูู
ْ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Marilah kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan iman dan taqwa itu, manusia akan meraih kesuksesan yang sebenarnya dalam kehidupan. Baik kehidupan di dunia sekarang ini, atau di akhirat nanti. Karena seluruh manusia yang hidup di dunia ini akan menuju kepada akhir yang sama, yaitu menuju kematian. Allah berfirman,
ُُّูู َْููุณٍ ุฐَุงุฆَِูุฉُ ุงْูู
َْูุชِ ۗ َูุฅَِّูู
َุง ุชَََُّْูููู ุฃُุฌُูุฑَُูู
ْ َْููู
َ ุงَِْูููุงู
َุฉِ ۖ َูู
َْู ุฒُุญْุฒِุญَ ุนَِู ุงَّููุงุฑِ َูุฃُุฏْุฎَِู ุงْูุฌََّูุฉَ ََููุฏْ َูุงุฒَ ۗ َูู
َุง ุงْูุญََูุงุฉُ ุงูุฏَُّْููุง ุฅَِّูุง ู
َุชَุงุนُ ุงْูุบُุฑُูุฑِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)
Ayat Allah yang mulia ini dengan tegas menyatakan bahwa tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian. Setiap orang, termasuk kita, akan merasakan kematian. Baik orang itu kaya atau miskin, berpangkat atau tidak; berani atau takut, semua akan mati. Bahkan, walaupun manusia lari dari kematian, dan berlindung di dalam benteng yang kokoh, ia tidak akan mampu menolak kematian. Allah berfirman,
Ayat Allah yang mulia ini dengan tegas menyatakan bahwa tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian. Setiap orang, termasuk kita, akan merasakan kematian. Baik orang itu kaya atau miskin, berpangkat atau tidak; berani atau takut, semua akan mati. Bahkan, walaupun manusia lari dari kematian, dan berlindung di dalam benteng yang kokoh, ia tidak akan mampu menolak kematian. Allah berfirman,
ุฃََْููู
َุง ุชَُُููููุง ُูุฏْุฑُِْููู
ُ ุงْูู
َْูุชُ ََْููู ُْููุชُู
ْ ِูู ุจُุฑُูุฌٍ ู
ُุดََّูุฏَุฉٍ ۗ
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…” (QS. An-Nisa: 78)
Kemudian, apa yang sebenarnya akan terjadi setelah kematian? Apakah manusia setelah mati akan berubah menjadi tanah dan selesai segala urusan? Tidak! Akan tetapi sesungguhnya ada kehidupan setelah kematian. Ada pembalasan terhadap segala perbuatan. Dan seluruh manusia akan melihat hasil perbuatannya. Jika perbuatannya baik, hasilnya pun baik. Sebaliknya jika perbuatannya buruk, hasilnya pun buruk.
َูุฅَِّูู
َุง ุชَََُّْูููู ุฃُุฌُูุฑَُูู
ْ َْููู
َ ุงَِْูููุงู
َุฉِ
“Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.” (QS. Ali Imran: 185)
Kita lihat kenyataan di dunia ini, keadilan tidak tegak dengan sebenarnya! Memang, di dunia ini sudah ada balasan, namun belum sempurna. Demikian juga di alam kubur, namun itu juga belum sempurna. Balasan yang sempurna adalah setelah pengadilan agung pada hari kiamat. Sudah siapkah kita menghadapinya? Siapkah kita mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita? Semoga kita selalu mendapatkan bimbingan Allha Ta’ala dalam meniti jala yang lurus, hingga akhir hayat kita.
ุฃَُُْููู َِْูููู َูุฐุง ุฃَุณْุชَุบِْูุฑُ ุงَููู ِْูู ََُูููู
ْ َِููุณَุงุฆِุฑِ ุงูู
ُุณِْูู
َِْูู َูุงูู
ُุณِْูู
َุงุชِ َูุงุณْุชَุบِْูุฑُُْูู ุฅُِّูู َُูู ุงْูุบَُْููุฑُ ุงูุฑّุญِْูู
ِ
Khutbah Kedua:
ุงูุญَู
ْุฏُ َِِّููู ุฑَุจِّ ุงูุนَุงَูู
َِْูู، َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃَْู َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงُููู َُِّููู ุงูุตَุงِูุญَِْูู، َูุฃَุดَْูุฏُ ุฃََّู ู
ُุญَู
َّุฏًุง ุฎَุงุชِู
َ ุงูุฃَْูุจَِูุงุกِ َูุงูู
ُุฑْุณََِْููู، ุงََُّูููู
َّ ุตَِّู ุนََูู ู
ُุญَู
َّุฏٍ َูุนََูู ุขِู ู
ُุญَู
َّุฏٍ َูู
َุง ุตََّْููุชَ ุนََูู ุขِู ุฅِุจْุฑَِْููู
َ َูุจَุงุฑِْู ุนََูู ู
ُุญَู
َّุฏٍ َูุนََูู ุขِู ู
ُุญَู
َّุฏٍ َูู
َุง ุจَุงุฑَْูุชَ ุนََูู ุขِู ุฅِุจْุฑَِْููู
َ ِูู ุงูุนَุงَูู
َِْูู ุฅََِّูู ุญَู
ِْูุฏٌ ู
َุฌِْูุฏٌ
Jamaah Jumat yang berbahagia
Telah kami sampaikan berita dari Allah tentang kematian yang pasti datang, dan pembalasan pada hari kiamat yang siap menghadang. Lantas, siapakah yang meraih keberuntungan dan kesuksesan pada hari pembalasan nanti? Marilah kita perhatikan firman Allah berikutnya,
َูู
َْู ุฒُุญْุฒِุญَ ุนَِู ุงَّููุงุฑِ َูุฃُุฏْุฎَِู ุงْูุฌََّูุฉَ ََููุฏْ َูุงุฒَ
“Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.” (QS. Ali Imran: 185)
Inilah keberuntungan hakiki, inilah kesuksesan abadi, inilah puncak harapan sejati, inilah yang pantas dijadikan cita-cita. Yaitu selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga. Dan ini tidak akan terjadi, kecuali jika seorang hamba mendapat rahmat Allah, rahmat ar-Rahman, rahmat ar-Rahim. Adapun sarana untuk meraih rahmat Allah, wasilah masuk surga, sebab selamat dari neraka, adalah iman dan amal shaleh. Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman,
ุฅَِّู ุงَّูุฐَِูู ุขู
َُููุง َูุนَู
ُِููุง ุงูุตَّุงِูุญَุงุชِ ุฃَُٰููุฆَِู ُูู
ْ ุฎَْูุฑُ ุงْูุจَุฑَِّูุฉِ ุฌَุฒَุงุคُُูู
ْ ุนِْูุฏَ ุฑَุจِِّูู
ْ ุฌََّูุงุชُ ุนَุฏٍْู ุชَุฌْุฑِู ู
ِْู ุชَุญْุชَِูุง ุงْูุฃََْููุงุฑُ ุฎَุงِูุฏَِูู َِูููุง ุฃَุจَุฏًุง ۖ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْููู
ْ َูุฑَุถُูุง ุนَُْูู ۚ ุฐََِٰูู ِูู
َْู ุฎَุดَِู ุฑَุจَُّู
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ´Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS. Al-Bayyinah: 7-8)
Namun jika seseorang tidak beriman, maka dia disebut seburuk-buruk makhluk dan kekal di dalam neraka. Allah berfirman,
ุฅَِّู ุงَّูุฐَِูู ََููุฑُูุง ู
ِْู ุฃَِْูู ุงِْููุชَุงุจِ َูุงْูู
ُุดْุฑَِِููู ِูู َูุงุฑِ ุฌَََّููู
َ ุฎَุงِูุฏَِูู َِูููุง ۚ ุฃَُٰููุฆَِู ُูู
ْ ุดَุฑُّ ุงْูุจَุฑَِّูุฉِ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: 6)
Walaupun jalan itu sudah jelas, kebenaran terang-benderang, ternyata banyak manusia tertipu dan terpedaya di dunia ini. Allah telah mengingatkan manusia pada akhir ayat
َูู
َุง ุงْูุญََูุงุฉُ ุงูุฏَُّْููุง ุฅَِّูุง ู
َุชَุงุนُ ุงْูุบُุฑُูุฑ
“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)
Jamaah Jumat yang berbahagia
Kita harus ingat bahwa kesenangan dunia ini hanyalah ujian. Apakah manusia lebih mementingkan dunia ataukah lebih mementingkan ridha Allah? Yaitu dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ketahuilah, dan hendaknya kita waspada! Orang yang ingin menempuh jalan kebenaran, dia memiliki musuh, yaitu setan yang berwujud jin atau manusia. Setan-setan tersebut menghiasi dunia ini, sehingga seorang menjadi lupa terhadap tujuan hidupnya, yaitu mengabdi dan menyembah kepada Allah Yang Esa. Allah berfirman,
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّููุงุณُ ุงุชَُّููุง ุฑَุจَُّูู
ْ َูุงุฎْุดَْูุง َْููู
ًุง َูุง َูุฌْุฒِู َูุงِูุฏٌ ุนَْู ََููุฏِِู ََููุง ู
َُْูููุฏٌ َُูู ุฌَุงุฒٍ ุนَْู َูุงِูุฏِِู ุดَْูุฆًุง ۚ ุฅَِّู َูุนْุฏَ ุงَِّููู ุญٌَّู ۖ ََููุง ุชَุบُุฑََُّّููู
ُ ุงْูุญََูุงุฉُ ุงูุฏَُّْููุง ََููุง َูุบُุฑََُّّููู
ْ ุจِุงَِّููู ุงْูุบَุฑُูุฑُ
“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (QS. Luqman: 33)
Oleh karena itu, kita harus selalu waspada, karena memang dunia ini hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Gunakanlah hidup kita untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan Rasul-Nya.
ุงََُّูููู
َّ ุตَِّู ุนََู ู
ُุญَู
َّุฏٍ َูุนََูู ุขِู ู
ُุญَู
َّุฏٍ َูู
َุง ุตََّْููุชَ ุนََูู ุฅِุจْุฑَุงِْููู
َ َูุนََูู ุขِู ุฅِุจْุฑَุงِْููู
َ، ุฅََِّูู ุญَู
ِْูุฏٌ ู
َุฌِْูุฏٌ. َูุจَุงุฑِْู ุนََูู ู
ُุญَู
َّุฏٍ َูุนََูู ุขِู ู
ُุญَู
َّุฏٍ َูู
َุง ุจَุงุฑَْูุชَ ุนََูู ุฅِุจْุฑَุงِْููู
َ َูุนََูู ุขِู ุฅِุจْุฑَุงِْููู
َ، ุฅََِّูู ุญَู
ِْูุฏٌ ู
َุฌِْูุฏٌ.
ุงََُّูููู
َّ ุงุบِْูุฑْ ِْููู
ُุคْู
َِِْููู َูุงูู
ُุคْู
َِูุงุชِ، َูุงูู
ُุณِْูู
َِْูู َูุงูู
ُุณِْูู
َุงุชِ، ุงูุฃَุญَْูุงุกِ ู
ُِْููู
ْ َูุงูุฃَู
َْูุงุชِ ุฅََِّูู ุณَู
ِْูุนٌ َูุฑِْูุจٌ ู
ُุฌِْูุจٌ ุงูุฏَุนََูุงุชِ.
ุฑَุจََّูุง َูุง ุชُุคَุงุฎِุฐَْูุง ุฅِْู َูุณَِููุง ุฃَْู ุฃَุฎْุทَุฃَْูุง ۚ ุฑَุจََّูุง ََููุง ุชَุญْู
ِْู ุนَََْูููุง ุฅِุตْุฑًุง َูู
َุง ุญَู
َْูุชَُู ุนََูู ุงَّูุฐَِูู ู
ِْู َูุจَِْููุง ۚ ุฑَุจََّูุง ََููุง ุชُุญَู
َِّْููุง ู
َุง َูุง ุทَุงَูุฉَ ََููุง ุจِِู ۖ َูุงุนُْู ุนََّูุง َูุงุบِْูุฑْ ََููุง َูุงุฑْุญَู
َْูุง ۚ ุฃَْูุชَ ู
ََْููุงَูุง َูุงْูุตُุฑَْูุง ุนََูู ุงَْْูููู
ِ ุงَْููุงِูุฑَِูู
ุฑَุจََّูุง ุขุชَِูุง ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً َِููู ุงْูุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑِ. ูุงูุญู
ุฏ ููู ุฑุจ ุงูุนุงูู
ูู
Sumber: Majalah As-Sunnah edisi 09/X/1427 H/2006
Label:
Artikel Islami,
Kultum
23.25
Design Tulisannya :
Jual Kaos "Man Jadda Wa Jada"
Written By Harmony - Healthy on Selasa, 14 Januari 2014 | 23.25
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Semangat Pagi Blogger mania. Kesempatan kali ini saya ingin memposting salah satu diantara barang dagangan saya. Sering dipakai dan nyaman untuk beraktifitas terutama saat berolahraga. Tapi tidak kalah menarik jika untuk "mejeng" saat jalan-jalan, berlibur, nonton, dan lain-lain. Ya.. itu adalah Kaos oblong berwarna putih, hitam, biru bersih dengan design tulisan simple dan keren "Man Jadda Wa Jada".
Harga hanya Rp 85.000,-
Harga hanya Rp 85.000,-
Design Tulisannya :
Berminat Hubungi/SMS/WA
08978858995
BBM 29D4407F
Semoga Bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Label:
Jual Kaos
21.47
Boy Band Tokoh Inspirasi Indonesia 2014
Written By Harmony - Healthy on Selasa, 07 Januari 2014 | 21.47
Boy Band Tokoh Inspirasi Indonesia 2014. Berikut ini Saya mengedit dari tayangan Mata Najwa On Stage di UNS Solo yaitu tentang 5 tokoh Inspirasi Indonesia yaitu:
1. Bapak Muhammad Yusuf Kalla
2. Bapak Joko Widodo (Gubernur DKI Jakarta)
3. Bapak Anis Baswedan
4. Bapak Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah)
5. Bapak Abraham Samad (Ketua KPK)
Dimana ke-5 tokoh diatas pada saat ini adalah diantara kandidat Capres-Cawapres Republik Indonesia pemilu 2014. Tokoh yang diharapkan membawa kebaikan untuk bangsa Indonesia kedepan. Dalam acara Mata Najwa, ternyata hasil dari dokumentasi diedit layaknya lagu yang nyaman didengarkan. Najwa Syihab menyebutnya BOY Band. Luarrrrr Biasaaaa...!!!!!
Mari Kita simak Cuplikan Videonya:
Label:
Video Anjar
23.58
Moreskin FB
Written By Harmony - Healthy on Kamis, 26 Desember 2013 | 23.58
MOLESKIN Cosmetic Skin Care – Day & Night Cream, Serum, Toner dan Sabun More Skin, produk perawatan tubuh terbaru dari PT NASA Natural Nusantara siap menjadi teman setia dalam merawat kulit dan wajah Anda di sepanjang hari.
Moreskin diformulasikan secara khusus agar efektif membantu mencerahkan, meningkatkan kekencangan dan peremajaan kulit sekaligus menghaluskan tampilan garis halus dan kerutan pada kulit Anda.
Moreskin Cosmetic Skin CareNasa
Paket Perawatan Kulit Wajah Moreskin
Moreskin merupakan rangkaian produk perawatan kulit wajah agar kulit wajah tampak lebih bersih, cerah, kenyal, kencang dan segar. Anda tidak perlu lagi menyediakan berbagai produk, cukup satu produk Moreskin Cosmetic Skin Care dari NASA.
Dalam 1 Paket Moreskin berisi
aket Moreskin Nasa
- Whitening Serum 30 ml
- Transparent Whitening Shoap
- Night Cream 20 gr
- Day Cream 30 gr
- Cleansing Whitening / Toner
- Tas Moreskin cantik
Kulit Cantik Alami Idaman Wanita Indonesia
23.50
Paket Perawatan Kulit Wajah Moreskin
Cara Pemakaian:
- Bersihkan wajah anda dengan Whitening Shoap Moreskin
- Kemudian sempurnakan dengan Cleansing Moreskin
- Setelah wajah anda betul-betul bersih gunakan Whitening Serum Moreskin dan biarkan sampai meresap.
- Saat malam hari akan tidur gunakan Night Cream Moreskin dan pada pagi/siang hari gunakan Day Cream Moreskin 25 spf.
Moreskin
MORESKIN Cosmetic Skin Care – Day & Night Cream, Serum, Toner dan Sabun More Skin, produk perawatan tubuh terbaru dari PT NASA Natural Nusantara siap menjadi teman setia dalam merawat kulit dan wajah Anda di sepanjang hari.
MORESKIN diformulasikan secara khusus agar efektif membantu mencerahkan, meningkatkan kekencangan dan peremajaan kulit sekaligus menghaluskan tampilan garis halus dan kerutan pada kulit Anda.
MORESKIN merupakan rangkaian produk perawatan kulit wajah agar kulit wajah tampak lebih bersih, cerah, kenyal, kencang dan segar. Anda tidak perlu lagi menyediakan berbagai produk, cukup satu produk MORESKIN Cosmetic Skin Care dari NASA.
Dalam 1 Paket MORESKIN berisi : Paket Moreskin Nasa
MORESKIN diformulasikan secara khusus agar efektif membantu mencerahkan, meningkatkan kekencangan dan peremajaan kulit sekaligus menghaluskan tampilan garis halus dan kerutan pada kulit Anda.
MORESKIN merupakan rangkaian produk perawatan kulit wajah agar kulit wajah tampak lebih bersih, cerah, kenyal, kencang dan segar. Anda tidak perlu lagi menyediakan berbagai produk, cukup satu produk MORESKIN Cosmetic Skin Care dari NASA.
Dalam 1 Paket MORESKIN berisi : Paket Moreskin Nasa
- Whitening Serum 30 ml
- Whitening Shoap
- Night Cream 20 gr
- Day Cream 30 gr (25 spf)
- Cleansing
- Bag Beautiful Moreskin
Paket Perawatan Kulit Wajah Moreskin
Cara Pemakaian:
- Bersihkan wajah anda dengan Whitening Shoap Moreskin
- Kemudian sempurnakan dengan Cleansing Moreskin
- Setelah wajah anda betul-betul bersih gunakan Whitening Serum Moreskin dan biarkan sampai meresap.
- Saat malam hari akan tidur gunakan Night Cream Moreskin dan pada pagi/siang hari gunakan Day Cream Moreskin 25 spf.
Kulit Cantik Alami Idaman Wanita Indonesia











